Indonesia Perlu ada Menteri Investasi, Carlo Tewu Layak Duduk Diposisi ini

oleh

Esensinews.com – Sebaiknya dalam kabinet Jokowi periode 2019-2024 dibentuk departemen investasi atau kementerian investasi. Di negara-negara maju seperti Eropah bahkan di Mesir dan Arab ada menteri ini The Ministry of Investment and International Cooperation.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (3PS) Sabtu (4/5/2019).

“Untuk Menteri Investasi dan ekspor seperti yang diusulkan presiden beberapa waktu lalu itu baik lantaran ini punya job yang besar. Sebaiknya digabung sama Badan Penanaman Modal Asing (BPMA) biar lebih baik,” kata Jerry.

Ini agar mengurangi cost and budget negara. Tapi kabinet Jokowi paling tidak akan diumumkan usai pengumuman real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Terus ditanya siapa yang cocok duduk disini memang bagi saya Carlo Tewu bisa menempati posisi ini selain Thomas Lembong atau Gita Wiryawan.

Pasalnya polisi berpangkat Irjen punya pengalaman dalam hal mendatangkan investor di Indonesia.

“Saya nilai Carlo Tewu yang kini duduk sebagai Kepala Deputi V Kemenkopulhukam pantas untuk itu. Palibg tidak nantinya pak Peeaiden punya sejumlah kriteria. Saya yakin Carlo masuk nominasi,” ucap Jerry.

Menurut Jerry ada beberapa contoh investasi diantaranya, smart investment (investasi cerdas), borrowers investement (investasi pinjaman), long term investment (investasi jangka oanjang) dan saver investement (investasi pinjaman).

Ditambahkan menteri yang gagal jangan segan-segan mereshufle. Contoh beberapa menteri ekonomi agak lemah maka perlu dilakukan rotasi.

“Paling tidak dalam 1 Semester presiden perlu mengkaji, menilai mana yang stagnan, mentok, berpretasi dan buruk kinerjanya. Jangan menjadi pemimpin yang “Yes Man” hanya dengar pujian dan sanjungan kendati buruk, tanpa yang mengalisis lebih dalam terkait kerja menteri tersebut” ujar dia.

Sementara kata Jerry, menteri perhubungan bisa diganti Menteri Transportasi pasalnya perhubungan identik dengan telekomunikasi. Bahkan perlu ada perampingan kabinet. Contoh Kementerian Kehutanan, Pertanian di gabung bahkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan tapi Pendidikan Tinggi tetap dipisah.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *