Kendati tak Dibiayai Kongres, Trump tetap Ngotot Bangun Tembok

ESENSINEWS.com - Sabtu/02/02/2019
Kendati tak Dibiayai Kongres, Trump tetap Ngotot Bangun Tembok
 - ()

Esensinews.com – Presiden Trump, dalam serangkaian pernyataan di Twitter tentang tembok perbatasan, menilai anggota-anggota faksi Republik di Kongres yang duduk dalam Komite Keamanan Dalam Negeri yang mempertimbangkan anggaran bagi keamanan di perbatasan “membuang-buang waktu saja” karena “terlepas dari semua bukti, kedatangan kafilah ‘migran’ faksi Demokrat yang beroposisi tidak akan memberikan anggaran untuk membangun tembok yang sangat dibutuhkan.

Tetapi Trump segera menambahkan, faksi Republik tidak perlu khawatir, “Saya akan melindungi kalian. Tembok sudah dibangun, saya tidak mengharapkan bantuan lain!”

Donald J. Trump@realDonaldTrump

Republicans on the Homeland Security Committee are wasting their time. Democrats, despite all of the evidence, proof and Caravans coming, are not going to give money to build the DESPERATELY needed WALL. I’ve got you covered. Wall is already being built, I don’t expect much help!98.5K8:21 PM – Jan 31, 2019Twitter Ads info and privacy47.5K people are talking about this

Tanpa memberi rincian apapun, Trump mengatakan “lebih banyak pasukan dikirim ke Perbatasan Selatan untuk menghentikan upaya Invasi orang Ilegal, lewat karavan (kafilah) dalam jumlah besar, menuju ke negara kita. Kita telah menghentikan upaya Karavan sebelumnya, dan kami juga akan menhentikan kelompok ini. Dengan tembok hal itu jauh lebih mudah dan murah.”

Donald J. Trump@realDonaldTrump

More troops being sent to the Southern Border to stop the attempted Invasion of Illegals, through large Caravans, into our Country. We have stopped the previous Caravans, and we will stop these also. With a Wall it would be soooo much easier and less expensive. Being Built!97.6K9:52 PM – Jan 31, 2019Twitter Ads info and privacy43.1K people are talking about this

Sebuah panel Bipartisan di Kongres hari Rabu (30/1/2019) melangsungkan pembicaraan tentang keamanan di perbatasan dan tuntutan Trump untuk memperoleh 5,7 miliar dolar anggara untuk membangun tembok di perbatasan selatan; hal yang telah memicu penghentian sebagian operasi pemerintah federal selama 35 hari, atau yang terlama dalam sejarah Amerika.

Trump dan Kongres hari Jumat lalu (25/1/2019) mencapai kesepakatan untuk memulai kembali seluruh operasi pemerintah federal hingga tanggal 15 Februari. Ini berarti anggota-anggota Kongres memiliki waktu dua minggu untuk berupaya mencapai perjanjian tentang anggaran bagi peningkatan keamanan di perbatasan selama dua minggu.

Faksi Demokrat di Kongres menyatakan bersedia memenuhi tuntutan Trump untuk memperoleh anggaran bernilai 5,7 miliar dolar untuk peningkatan keamanan di perbatasan, seperti memperketat pengawasan di pelabuhan-pelabuhan yang menjadi pintu masuk imigran dan meningkatkan teknologi untuk memantau perbatasan. Tetapi faksi Demokrat tidak memberikan sepeser uang pun untuk pembanguan tembok di perbatasan selatan.

Trump, sebagaimana yang kerap dilakukannya, secara keliru mengklaim bahwa sebagian besar tembok sudah dibangun dengan konstruksi yang lebih baik atau siap dioperasikan. “Amerika telah memperbaiki penghalang yang selama ini ada di perbatasan, yang disebut Trump sebagai “bagian rencana yang sangat besar untuk akhirnya, setelah puluhan tahun, Mengamankan Perbatasan Kita secara lebih baik. Tembok sedang dibangun dengan satu atau lain cara!” kata Trump.

Donald J. Trump@realDonaldTrump

Large sections of WALL have already been built with much more either under construction or ready to go. Renovation of existing WALLS is also a very big part of the plan to finally, after many decades, properly Secure Our Border. The Wall is getting done one way or the other!91.5K7:13 PM – Jan 31, 2019Twitter Ads info and privacy31.4K people are talking about this

Trump telah mengancam untuk kembali menghentikan sebagian operasi pemerintah atau dikenal sebagai “government shutdown” jika Kongres tidak meloloskan anggaran pembangunan tembok yang diinginkannya, atau akan mengumumkan keadaan darurat nasional dan membangun tembok tanpa otorisasi Kongres, yaitu dengan menggunakan anggaran pemerintah yang belum dimanfaatkan.

Dalam berbagai kesempatan, Trump telah menyebut penghalang di perbatasan itu sebagai dinding beton yang tidak dapat ditembus, dan di waktu lain sebagai “bilah baja,” atau penghalang tembus pandang, atau bahkan “buah persik,” jika orang lebih suka dengan sebutan itu.

Tetapi hari Kamis, Trump mengatakan, dari sekarang sebut saja tembok dan berhenti bermain politik. Tembok adalah Tembok.

Donald J. Trump@realDonaldTrump

Lets just call them WALLS from now on and stop playing political games! A WALL is a WALL!110K7:16 PM – Jan 31, 2019Twitter Ads info and privacy50.3K people are talking about this

Ia mengklaim melonjaknya tingkat pembunuhan di Meksiko sebagai alasan yang cukup untuk membangun tembok.

“Sangat menyedihkan, dibanding tahun 2017 kasus pembunuhan di Meksiko pada tahun 2018 naik 33% menjadi 33.341. Ini adalah kontributor besar bagi Krisis Kemanusiaan yang terjadi di Perbatasan Selatan dan kemudian meluas ke seluruh Negara kita. Bahkan lebih buruk dibanding Afghanistan. Sebagian besar disebabkan oleh narkoba.” ujarnya.

Donald J. Trump@realDonaldTrump

Very sadly, Murder cases in Mexico in 2018 rose 33% from 2017, to 33,341. This is a big contributor to the Humanitarian Crisis taking place on our Southern Border and then spreading throughout our Country. Worse even than Afghanistan. Much caused by DRUGS. Wall is being built!83.4K12:43 AM – Feb 1, 2019Twitter Ads info and privacy38.5K people are talking about this

Trump menambahkan bahwa dengan rekor tingkat pembunuhan di Meksiko, “mengapa tidak ada orang waras yang mau membangun Tembok!” [em]

Donald J. Trump@realDonaldTrump

With Murders up 33% in Mexico, a record, why wouldn’t any sane person want to build a Wall! Construction has started and will not stop until it is finished. @LouDobbs @foxandfriends67.2K7:32 PM – Jan 31, 2019Twitter Ads info and privacy26.7K people are talking a

Sumber : VOA Indonesia

0Shares

Tinggalkan Komentar

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya