Debat Kandidat Bukan Menjadi ‘Selling Point’

oleh

Oleh : Karyono Wibowo (Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute)

Untuk melihat seberapa besar efek debat pertama terhadap elektabilitas kandidat tentu harus dilakukan survei persepsi publik untuk mengukur pengaruh hasil debat terhadap elektabilitas masing-masing pasangan calon presiden. Jika belum ada survei kuantitatif maka untuk mengetahui seberapa besar efek debat paling-paling menggunakan analisis kualitatif deskriptif.

Metode tersebut sifatnya kualitatif yang bersumber dari pendapat pribadi masing-masing individu. Hal itu sulit untuk dijadikan ukuran secara obyektif dan faktual. Yang terjadi adalah penilaian pribadi dan penafsiran secara sepihak.

Namun secara umum, debat kandidat bukan sesuatu yang menjadi “selling point” atau nilai jual utama untuk mempengaruhi pilihan, meskipun harus diakui ada tren kenaikan pengaruh debat terhadap elektabilitas. Hal yang menjadi indikator adalah meningkatnya minat masyarakat untuk menonton debat kandidat tetapi pengaruh debat dalam memengaruhi pilihan tidak signifikan. Apalagi jika melihat debat pertama nampak belum menunjukkan kualitas debat yang mampu membuat publik puas dan yakin akan menentukan pilihannya.

Jika dilihat dari survei perilaku pemilih sebelumnya, pada umumnya, faktor utama yang dijadikan pertimbangan memilih justru faktor figur kepribadian (personality) kandidat seperti jujur, merakyat, bersih, dermawan, dan rekam jejak (track record) kandidat yang positif seperti prestasi yang pernah dilakukan, investasi sosial, dan lain-lain.

Melihat hasil debat pertama, menurut saya belum cukup signifikan untuk memengaruhi pemilih mengambang (swing voters). Barangkali jika diamati yang terjadi paskadebat pertama adalah penilaian masing-masing antar pendukung paslon yang menilai hasil debat sesuai dengan penafsiran yang sulit melepaskan perasaan dan ekspresi emosi. Pada umumnya kalangan tersebut masing-masing sudah menentukan pilihannya terhadap paslon yang didukungnya. Sementara kalangan pemilih yang masih mengambang belum banyak yang terpengaruh karena masih wait and see atau menunggu hasil debat berikutnya.***

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *