Akhiri Shutdown, Trump Siap Bernegosiasi

ESENSINEWS.com - Selasa/01/01/2019
Akhiri Shutdown, Trump Siap Bernegosiasi
 - ()

Esensinews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dia siap bernegosiasi untuk mengakhiri penutupan layanan pemerintah (shutdown) parsial.

AS mengalami shutdown parsial pada 22 Desember setelah proposal Trump untuk membangun tembok di perbatasan Meksiko ditolak Demokrat.

Kubu Demokrat hanya bersedia memberikan dana 1,3 miliar dollar AS (Rp 18,6 triliun). Kurang dari setengah dari jumlah yang diminta Trump, 5 miliar dollar AS (Rp 71,8 triliun).

Dalam wawancara dengan Fox seperti dikutip The Hill Senin (31/12/2018), Trump menuturkan dia sampai harus merayakan Natal dan Tahun Baru di Gedung Putih.

“Mereka bisa keluar sekarang. Mereka bisa saja muncul. Saya siap. Saya berada di Gedung Putih saat ini,” ujar presiden 72 tahun itu.

“Banyak orang tengah menantikan pembayaran mereka saat ini. Jadi saya sudah siap dengan apapun yang mereka tawarkan,” imbuhnya.

Meski begitu, Trump menegaskan dia masih tetap memperjuangkan pembangunan tembok perbatasan sesuai dengan janji kampanyenya pada 2016.

“Kami tidak akan menyerah. Kami harus mempunyai keamanan di perbatasan, dan tembok itu merupakan bagian terbesar,” klaimnya.

Sikap tak menyerah itu ditunjukkan Trump melalui kicauannya di Twitter yang meminta para politisi Demokrat untuk segera mengakhiri masa liburan mereka.

“Saya di Ruang Oval. Segeralah kembali Demokrat, dan berikan kami suara yang dibutuhkan untuk keamanan perbatasan, terutama tembok,” tuturnya.

Donald J. Trump@realDonaldTrump

I’m in the Oval Office. Democrats, come back from vacation now and give us the votes necessary for Border Security, including the Wall. You voted yes in 2006 and 2013. One more yes, but with me in office, I’ll get it built, and Fast!

Meski begitu, keingnan Trump untuk mendapatkan tembok nampaknya tak bakal terjadi jika melihat manuver yang bakal dilakukan Demokrat.

Oposisi yang bakal mengambil kendali House of Representatives itu bakal memperkenalkan legislasi untuk mengakhiri shutdown tanpa harus memenuhi permintaan Trump.

AP via The Guardian memberitakan, mereka bakal mempersiapkan paket pendanaan untuk Kementerian Keamanan Dalam Negeri dengan nominal 1,3 miliar dollar AS.

Paket itu juga bakal memberikan pendanaan bagi kementerian lain yang terdampak shutdown seperti pertanian maupun pembangunan daerah tertinggal hingga 30 September.

Sumber : The Guardian, The Hill Photo : AFP

0Shares

Tinggalkan Komentar

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya