OJK Sebut Pembiayaan Melalui Fintech Sepanjang 2018 Capai Rp3,9 Triliun

oleh

Esensinews.com – Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan melalui fintech peer to peer (P2P) lending yang cukup signifikan.

“Pembiayaan yang disalurkan melalui fintech menunjukkan pertumbuhan signifikan,” kata Wimboh dalam acara jumpa pers tutup tahun OJK di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Pembiayaan melalui fintech sepanjang tahun ini sudah mencapai Rp 3,9 trilium (ytd) dengan rasio kredit macet yang cukup rendah sebesar 1,2 persen.

Hingga bulan Oktober, jumlah fintech P2P lending yang sudah terdaftar di OJK pun telah mencapai 78 perusahaan yang melibatkan 28 juta debitur dan 182.000 kreditur.

“Walaupun di pasar ada tekanan, tapi profil risiko masih baik,” kata dia.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2018 ini, fintech P2P lending kerap diliputi kasus. Mulai dari keluhan masyarakat yang merasa proses penagihan yang dilakukan fintech P2P lending dilakukan secara tidak manusiawi dan kerap melanggar privasi, banyak pula pihak yang mengeluhkan tingginya bunga yang diterapkan oleh pinjaman online ini.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta bahkan mencatatkan sebanyak 1.330 orang yang mengaku menjadi korban penyelenggara aplikasi pinjaman online fintech nakal. Teranyar, OJK, LBH Jakarta, dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melakukan pertemuan untuk mengatasi permasalahan ini meski belum ada titik temu yang jelas.

Editor : Freddy M

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *