Esensinews.com – Desas-desus berita tentang kriminalisasi ulama di jawab Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin. Menurut mantan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut, sejak lama ia telah menyatakan bahwa tak ada kriminalisasi ulama.

Ma’ruf menilai ada cara pandang yang tak tepat merespons upaya hukum yang dilakukan oleh penegak hukum.

“Saya sejak lama menegaskan tidak ada kriminalisasi ulama. Kalau misalnya pelanggaran hukum, itu bukan hanya ulama, yang lain juga (diproses hukum),”  tegasnya di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Selanjutnya tutur Ma’ruf, wajar jika seseorang yang melanggar hukum dilaporkan ke polisi dan diproses, termasuk ulama. “Proses itu adalah proses hukum yang biasa, tidak ada indikasi kriminalisasi. Jadi hukum di Indonesia berlaku bagi siapa saja,” jelas dia.

Ada juga yang bukan ulama, (diproses) terangnya, kalau dia dianggap melakukan ujaran kebencian, artis misalnya, (apa itu) kriminalisasi artis?

Dilain sisi, dirinya menilai makna kriminalisasi adalah ketika orang yang tidak berbuat apa-apa tiba-tiba dituduh melakukan sesuatu tanpa bukti.

“Saya kira tidak ada kriminalisasi itu. Kecuali ada bukti awal yang diadukan, kemudian diproses. Kalau ini menurut saya bukan kriminalisasi, (tetapi) penegakan hukum dan itu menjadi komitmen kenegaraan kita, kebangsaan kita,” kata Ma’ruf.

Editor : Divon

0Shares