Ini Kata Kapolda Agus Adrianto Terkait Kriminalisasi Wartawan

oleh

Esensinews.com – Saat ini ramai berita miring yang menyudutkan Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjenpol Agus Adrianto terkait kriminalisasi wartawan di di Sumut.

Sebelumnya, dikabarkan Muhammad Yusroh Hasibuan tersandung UU ITE. Kasus yang menjerat Yusroh berawal pada tanggal 27 September 2018 Muhammad Yusro Hasibuan (MYH) ada mengirimkan 1 (satu) lampiran gambar demonstrasi mahasiswa di Siantar ke Group WhatsApp Berita Batubara (Online) yang mana setelah mengirim gambar tersebut beberapa anggota WhatsApp bertanya tentang demonstrasi apa yang ada pada gambar tersebut.  Selanjutnya, Muhammad Yusro Hasibuan menjawab “Siantar, Simalungun, GMKI, HMI, BEM dan lain lain. Mengutuk Tindakan Refresif Oknum Polri Copot Kapoldasu”.

“Wartawan itu mitra kami, namun jika ada Wartawan yang berurusan dengan pihak berwajib itu bukan disebabkan karya jurnalistik, tapi karena tindakannya yang tidak berkaitan atau melenceng dari dunia kewartawan,” kata Agus kepada Esensinews.com Sabtu (8/12/2018).

Agus menjelaskan wartawan adalah mitra dari kepolisian, jadi tidak benar ada kriminalisasi.

Selanjutnya kata Kapolda, seorang wartawan itu dia akan menulis dan memuat beritanya di media dimana dia bekerja. Bukan di medsos menyebarkan kabar lama yang dapat memicu bangkitnya kembali unjuk rasa yang anarkis.

Dikatakan Agus Adrianto, wartawan Muhammad Yusro Hasibuan meng-upload gambar peristiwa unjuk rasa UNRAS yang telah 3 pekan berlalu.

“Dalam peristiwa unjuk rasa tersebut ada pihak yang kontra, saat polisi mengamankan berada diantara keduanya, kedua belah pihak terjadi aksi lempar leparan, polisi yang jadi sasaran lemparan. Tapi itu adalah resikonya sebagai aparat Kamtibmas,” tegasnya.

Namun anehnya ucapnya, disaat unjak rasa sudah 3 pekan berlalu, muncul gambar dan kata kata hoax yang diunggah oleh MYH. Hoax dipandang dari aspek news (kebaruan berita) artinya berita sudah basi.

Editor : Jerry

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *