Esensinews.com – Satu dari dua orang anggota TNI yang menjadi korban penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, meninggal setelah menderita luka tembak.

Jenazah atas nama Serda Handoko itu telah diotopsi dan dipastikan adanya luka tembak di bagian punggung.

“Rencananya jenazah akan diterbangkan nanti sore menuju Timika untuk diserahkan kepada satuan Brigif 20,” ucap Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi dikutip Tempo.co, Rabu, 5 Desember 2018.

Sedangkan satu anggota TNI yang mengalami luka tembak, telah dievakuasi ke Bandara Kenyam dengan menggunakan Helly TNI AD sekitar pukul 11.55 WIT.

Dalam insiden ini, dilaporkan ada 24 orang pekerja yang meninggal akibat penembakan oleh kelompok bersenjata. Sebelumnya, sebanyak 31 pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diserang oleh kelompok bersenjata. Belasan orang berhasil menyelamatkan diri, namun ada juga yang belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, sudah ada 169 personel gabungan TNI dan Polri yang dikerahkan ke Nduga untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata yang menewaskan karyawan PT Istaka Karya yang sedang melakukan pembangunan jembatan yang berada di Distrik Yigi. Selain mengerahkan personel, empat helikopter, termasuk satu unit jenis MI dan Bolco turut dikerahkan untuk proses evakuasi.

0Shares