Breaking News

Berikut Penerima Minahasa Award “Tuama Leos Keter Wo Nga’asan”

Esensinews.com – Terkait “GHUMENANG 128 Taon Kinatouan Pahlawan Nasional Dr. GSSJ Ratulangi” yang akan diadakan di Asana Kawanua Hotel, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

1. Pastor Marcel Rarun, MSC, pencipta lagu Alangkah Bahagianya.

2. Alfred Sundah, Alm, membawa musik kolintang ke Istana, penulis Kamus bahasa Tonsea dan Pembina Group Kolintang Kadoodan.

3. Willy Soputan, Alm, berjasa dalam pengembangan musik kolintang, salah satu pendiri dan pembina Sanggat Bapontar

4. Evert Van Lesar, perancang kolintang kayu koncerto 25 Alat, peraih record Muri.

5. Frans Ratag, bermain kolintang sejak tahun 60-an sampe sekarang mengelola Pabrik Kolintang Manguni.

6. Beiby Luana Sumanti

7 Pinontoan Bersaudara. Group Kolintang Pinbers.

8. Jussac Rumambi, soldadu Kabasaran.

9. Andre Sumual, peraih record Muri Grand Kolintang

10. Anie Rachmat Sudibyo, mempersiapkan Kolintang masuk Warisan Budaya UNESCO.melalui Persatuan Insan Kolintang Nasional.

11. Lis Purnomo Yusgiantoro, mempersiapjan Kolintang masuk Warisan Budaya UNESCO melalui Persatuan Insan Kolintang Nasional.

12. Marshal Manengkei, Alm pencipta lagu Song For Children lebih dari 1040 lagu lainnya.

13. Bert Toar Polii peraih medali perunggu olahraga Bridge di Asian Games 2018.

14. Ridel Sumarandak Peraih Medali Emas Asian Games 2018 Olahraga E-Sport Asia Class Royale.

15. James H. Anes Juara Panco Asia dan 5 Besar Dunia.

16. Mona Djemat Sigar Ketua Presidium Kerukunan Keluarga Kawanua.

17. Kitty Mandang, Aktivis Wanita Kawanua Indonesia.

18. Dolfi J. Suling, Pemrakarsa dan Pendiri Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih Minahasa Society dengan Sekretaris Jenderalnya Evang Stone Manopo baru saja Sukses menggelar acara “Ghumenang 128 Teun Kinatouan Ni Pahlawan Nasional Dr. GSSJ Ratulangi”

Perayaan 128 Tahun Pahlawan Nasional Dr GSSJ Ratulangi) di Asana Kawanua Hotel, Jakarta, Jumat (30/11/18) malam berlangsung penuh gegap gempita, dan dihadiri sejumlah tokoh senior pro Merah Putih dari berbagai daerah, termasuk Lani Sugandhi Ratulangi serta Uki Soedjoko Ratulangi (dua putri Pahlawan Nasional, Dr GSSJ Ratulangi, alias Oom Sam Ratulangi).

Sebelum acara dimulai, Sizzy Matindas menyematkan Syal Kain Batik Bermotif Si Tou Timou Tumou Tou kepada Ibu Lani dan Ibu Uki Ratulangi. Motif ini khusus didesign oleh Sizzy Matindas Batik untuk bercerita tentang falsafah Minahasa yang diajarkan oleh Tete Tialo kepada Sam Ratulangi dan dipopulerkan oleh Sam Ratulangi. Manusia itu hidup untuk menghidupkan manusia lainnya.

Dalam acara penuh semangat nasionalisme dan diwarnai nuansa budaya Minahasa, salah satu bangsa pejuang yang ikut andil mengkontribusikan banyak pahlawannya untuk memerdekakan Republik Indonesia, ini dibuka oleh Kombespol Pitra A. Ratulangi, Ketua Umum Rukun Keluarga Besar Ratulangi. Dalam sambutan pembukaannya Pitra menyampaikan Selamat Datang kepada para tamu dan menyambut baik pelaksanaan acara yang digagas oleh Evang Stone Manopo.

Pitra juga mengingatkan kepada para Caleg Kawanua yang akan didoakn dalam acara ini agar mereka bersaing secara gentle dalam Pileg 2019 dan jika terpilih jangan lupa untuk meneledani Opa Sam Ratulangi dalam berkiprah di dunia politik.

Selanjutnya, tim film Sam Ratulangi terdiri dari Imran Hasibuan, Michael Umbas, Titien Watimena, dan Ody Mulya Hidayat tampil memaparkan rencana pembuatan Film Sam Ratulangi. Kini sebuah tim sedang berusaha menyiapkan skenario serta segala sumberdaya menyangkut produksi film bergenre perjuangan tersebut.

Direncanakan ini akan dilakukan mulai tahun depan, dengan melibatkan beberapa stake holders yang sudah dan akan dikonsolidasikan lagi. Lokasi shotting akan dilaksanakan di Minahasa, Jakarta dan di Eropa. Beberapa nama artis beken telah diincar di antaranya Chelsea Olivia.

Setelah pemaparan Team film acara beralih ke Makan Malam Secara Adat Minahasa. Makang pake tangan beralaskan daong pisang sonder leper maar ada tampa cuci tangan. Cuma Panitia lupa sediakan tissue basah for abis making. Acara Makan Mala mini dibuka doa oleh Pdt. Steven R. Palit, M.Th dan kata pembukaan mengajak makan bersama disampaikan Ronny F. Sompie.

Pada session pertama tampil sebagai pembicara Ibu Agustina Lani Ratulangi putri ke empat dan didampingi Ibu Wularingan Uki Ratulangi putri ke lima Dr. Sam Ratulangi. Dalam pemaparannya Ibu Lani mengungkap sejarah, karya dan kiprah Sam Ratulangi dari sisi keluarga.

Usai pemaparan Minahasa Society memberikan Kenangan Manis kepada Putri-putri Sam Ratulangi yaitu Milia Maria Matulanda Ratulangi, Almh diwakili oleh kedua putranya Joey Ichwan dan Rido Matari Icwan. Everdina Agustina Lani Sugandhi Ratulangi dan Wularingan Manampira Sudjoko Ratulangi. Kedua putrid ini menerima langsung Kenangan Manis dari Minahasa Society.

Pada session kedua sebuah diskusi kontemplatif, menghadirkan tiga tokoh Kawanua yaitu Yakni Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH, Dirjen Imigrasi yang juga adalah Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua. Pakar budaya dan sejarah, Dr. Benni E. Matindas dan Dr. Sonny Wuisan, SH, MH Pengacara, Kurator dan Jurnalis.

Ketiganya menyampaikan pokok-pokok peran dan kiprah Dr Gerungan Saul Semuel Jacob Ratulangi di bidang pemerintahan, kebudayaan dan jurnalistik.

Penyerahan ‘Minahasa Award’
Di akhir acara, berlangsung pula penyerahan penghargaan bernama Minahasa Award “Tuama Leos Keter Wo Nga’asan” dan “Wewene Leos Keter wo Nga’asan” kepada sejumlah tokoh asal Sulawesi Utara dan tokoh etnis Jawa yang telah berkontribusi positif dalam pembangunan Negara, khususnya seni musik dan budaya Minahasa.

Pastor Marcel Rarun, MSC Pencipta Lagu Kerukunan “Alangkah Bahagianya” mendapat giliran pertama penyerahan Minahasa Award diserahkan oleh Dr. Ronny F. Sompie dan diterima oleh Ketua Kawanua Katolik Bung Stefi Rengkuan.

Sementara, Ronny F Sompie pun kebagian Minahasa Award untuk kategori Tuama Leos Keter Wo Nga’asan dari Minahasa Society dan diserahkan oleh Ketua Umum Rukun Keluarga Besar Ratulangi, Kombespol Pitra A Ratulangi, SIK, MM. Ronny F. Sompie Atas Dedikasi & Prestasi Profesi Birokrasi ASN Menjadi Teladan Bagi Masyarakat Kawanua Khususnya dan Indonesia Umumnya.

Penerima Minahasa Award termuda Riedel Sumarandak 16 Tahun adalah peraih Medali Emas Asian Games 2018 pada cabang Olahraga E-Sport Asia Class Royale.

Yang istimewa dalam Minahasa Award ini adalah ditanda tangani oleh Tonaas Wang An Tasik Laksamana TNI Purn Bernard Kent Sondakh (Mantan KSAL) dan Tonaas Wangko Umbanua Letjen TNI Purn HBL Mantiri (Mantan Kasum ABRI).

Dan sebagai Penyelenggara ditanda tangani oleh Kombespol Pitra A. Ratulangi, Ketua Umum Rukun Keluarga Besar Ratulangi dan Sekretaris Jenderal Minahasa Society Pdt. Evang Stone Manopo.

 

 

 

 

 

Editor : Freddy M

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *