Breaking News

AS-China Akhiri Perang Dagang, Pasar Global Mulai Bergairah

Esensinews.com – Kabar menggembirkan datang dari dua rakasasa ekonomi terbesar di dunia yakni Amerika Serikat (AS) dan China.

Kedua negara yang sempat bersitegang akhirnya menyepakati sebuah gencatan dalam perang dagang yang semakin tajam.

Hal itu terjadi setelah dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyusul KTT G20.

“Ini merupakan pertemuan yang luar biasa dan produktif dengan kemungkinan yang tak terbatas bagi AS dan China,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan yang dirilis ketika dia dalam perjalanan ke AS dari Argentina dengan pesawat Air Force One.

“Sebuah kehormatan bagi saya untuk bekerja sama dengan Presiden Xi.” ujar Presiden ke-45 tersebut.

Donald Trump pun setuju tak mengubah bea impor atas produk-produk China bernilai $200 miliar pada tingkat 10 persen, dan tidak menaikkannya menjadi 25 persen, untuk sekarang ini, mengingat dia telah mengancam untuk melakukannya mulai 1 Januari, menurut pernyataan Gedung Putih.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, China akan setuju untuk membeli produk-produk pertanian, energi, industri dan lainnya dalam jumlah yang belum disepakati, tapi sangat substansial, untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara

“China telah setuju untuk mulai membeli produk pertanian dari para petani kami segera.” ucapnya.

Kedua petinggi tersebut sepakat untuk segera memulai negosiasi mengenai perubahan struktural terkait transfer teknologi secara paksa, perlindungan hak atas kekayaan intelektual, hambatan-hambatan non-tarif, gangguan siber dan pencurian siber, layanan dan pertanian, menurut pernyataan Gedung putih.

“Kedua pihak setuju bahwa mereka akan berusaha untuk menyelesaikan transaksi ini dalam 90 hari mendatang. Apabila pada akhir periode itu kedua pihak gagal meraih perjanjian, tarif 10 persen akan dinaikkan menjadi 25 persen.” katanya.

Sementara, Menteri Luar Negeri China Wang Yi membenarkan bahwa kedua negara akan meningkatkan negosiasi.

Barangkali dengan keputusan itu, pasar keuangan global pasti bergairah lagi pada Senin (3/12/2018), yang selama ini selalu sensitif akan memburuknya sengketa dagang antara China dan AS. 

 

 

 

 

Editor : Divon

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *