Breaking News

Huawei Predator Smartphone Siap Patok iPhone dan Samsung

Esensinews.com – Ren Zhengfei, pendiri Huawei, raksasa telekomunikasi China, menggambarkan perusahaan yang ia dirikan seperti “Srigala” kejam yang tanpa lelah memburu mangsanya, sebuah etos yang segera menjadikannya predator teratas di dunia smartphone.

Walaupun dilarang di pasar Amerika Serikat (AS) yang kompetitif, Huawei mampu melampaui Apple dan menjadi produsen smartphone nomor dua di dunia pada kuartal II-2018 dan siap memangsa sang pemimpin pasar, Samsung.

Kunci keberhasilan Huawei adalah fokus menggarap pasar negara-negara berkembang dengan ponsel harga menengah tetapi kompetitif dan semakin canggih dan tak ngotot masuk pasar AS, kata para analis.

“Citra Huawei dan kepopuleran merek di seluruh pasar dan wilayah semakin baik,” kata Tarun Pathak dari perusahaan analisis pasar global Counterpoint.

“Mereka telah membuat perbedaan dan memposisikan produk mereka pada beberapa segmen, yang menjadikan perbincangan menarik dalam hal kompetisi dengan Apple dan Samsung.”

Ren, 73 tahun, mendirikan Huawei pada 1987 dengan bermodalkan hanya ribuan dolar AS saja dan fokus pada backbone hardware untuk jaringan telekomunikasi networks, dan terus tumbuh menjadi pemimpin dunia.

Lima belas tahun setelah memperkenalkan ponsel pertamanya, Huawei mengalahkan Apple pada kuartal April-Juni untuk menempati posisi kedua secara global, International Data Corporation (IDC) mengatakan pekan lalu, pertama kalinya sejak 2010 dimana Apple tidak berada di posisi dua.

Richard Yu, direktur produk konsumen Huawei, telah meningkatkan taruhan pada hari Rabu (03/09/2018), mengatakan perusahaan dapat mengambil alih posisi raksasa Korea Selatan Samsung pada akhir 2019.

“Pengecualian Huawei dari AS telah memaksanya bekerja lebih keras di Asia dan Eropa untuk mencapai tujuannya.” kata analis senior Ben Stanton dari Canalys menulis dalam laporan tentang data penjualan terbaru.

Berbasis di pusat teknologi Shenzhen, China selatan, Huawei telah mendorong ke pasar berkembang bahkan sebelum tekanan politik memuncak tahun ini yang disebabkan oleh perang dagang China-Donald Trump yang secara efektif membanting pintu AS.

Pelarangan Huawei berasal dari ketidakpercayaan AS terhadap karir Ren yang pernah menjadi seorang teknolog militer China dan ketakutan bahwa Beijing dapat mempersenjatai para juara teknologi untuk membantu spionase di luar negeri. Huawei menolak keterkaitan dengan pemerintah.

Sementara itu, Huawei telah membangun bisnisnya di pasar dengan harga yang kompetitif, dari Indonesia ke Arab Saudi, Afrika Selatan dan bahkan Eropa.Para analis mencatat bahwa ketika pasar tersebut sudah matang dan pelanggan beralih ke ponsel kelas atas, mereka sudah berada di ekosistem Huawei.

“Jika Apple dan Samsung ingin mempertahankan posisi pasar, mereka harus membuat portofolionya lebih kompetitif,” kata Canalys Stanton.

Samsung telah mengirim 71,6 juta ponsel dan memiliki pansa pasar global 20,9% pada kuartal kedua, Huawei mengirim 54,2 juta ponsel Huawei dengan pangsa pasar 15,8%. Apple menjual 41,3 juta iPhone untuk pangsa pasar 12,1%.

Huawei mengirim 95 juta barang pada semester pertama dan menargetkan pada penjualan 2018 sebesar 200 juta, ambang batas yang sebelumnya hanya berhasil dilalui oleh Samsung dan Apple.

Pertumbuhan ke depan akan mempertahankan status Huawei dalam radar AS. Administrasi Trump hampir membunuh kompetitor Huawei, ZTE pada tahun ini dengan menjatuhkan hukuman berat karena melanggar sanksi AS dengan menjual barang ke Iran dan Korea Utara.

Tantangan 5G

Sejak sanksi AS ditangguhkan, ZTE kesulitan untuk berkembang di pasar komponen AS yang sebenarnya mereka dibutuhkan. Huawei memproduksi komponen kuncinya sendiri, memberikan sedikit keleluasaan terhadap AS.

Tetapi perlambatan penjualan dan kejenuhan pasar dapat membatasi pertumbuhannya.

IDC mengatakan 342 juta smartphone dikirim ke seluruh dunia pada kuartal kedua, turun 1,8% dari tahun ke tahun dan penolakan berturut-turut pada kuartal ketiga.

Dalam jangka panjang, kurangnya pijakan AS akan menjadi kelemahan untuk Huawei, kata para analis, dan beberapa riset mengatakan, Apple dapat merebut kembali tempat nomor dua ketika model iPhone terbaru akan dirilis akhir tahun ini.

Dan peningkatan kebutuhan pelanggan Huawei terhadap ponsel yang lebih canggih diatas US$600 (Rp 8,7 juta), perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut akan bertarung secara langsung dengan Apple pada kualitas dan fitur.

“Ketika Anda bergerak ke atas, ada lebih sedikit pesaing tetapi fitur, tantangan, inovasi, dan harapan juga memiliki ekspektasi lebih,” kata Pathak Counterpoint. “Hal tersebut adalah sesuatu yang harus dimanfaatkan Huawei, Apple dan Samsung.”

Sebuah uji kritis muncul dalam dua tahun ke depan, ketika perkiraan sistem 5G akan diluncurkan dan produsen akan dinilai tentang bagaimana ponsel pintar mereka menangani kemampuan yang telah ditingkatkan.

Huawei sudah bersiap untuk tantangan ini. Pengeluaran Risetnya tumbuh 17% tahun lalu menjadi US$ 13,8 miliar, menempatkan perusahaan di liga yang sama dengan Samsung, Amazon dan perusahaan induk Google, Alphabet, sementara peluncuran produk terbaru di Eropa semakin mewah.

“Hal seperti kemampuan kamera dan bagaimana Huawei naik secara keseluruhan untuk tantangan (5G) akan memutuskan apakah itu (huawei) ada di antara Apple dan Samsung, tapi saya pikir mereka termasuk,” kata Pathak.

 

 

 

 

Sumber : CNBC

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *