Breaking News

Trump Puji Pemberlakuan Tarif Impor pada Truck Kecil

Esensinews.com – Presiden AS Donald Trump hari Rabu memuji pemberlakuan tarif impor AS pada truk kecil buatan luar negeri akan mencegah penutupan beberapa pabrik General Motors dan hilangnya ribuan lapangan kerja manufaktur yang didambakan.

Trump di Twitter mengatakan larisnya penjualan truk kecil AS di Amerika disebabkan oleh tarif impor sebesar 25 persen terhadap impor truk kecil.

Presiden menegaskan kembali di Twitter bahwa “negara-negara yang mengirimi kita mobil telah memanfaatkan AS selama beberapa dekade.” Trump menambahkan ia punya “kekuatan besar dalam masalah ini,” yang dikatakannya “sekarang sedang dipelajari.”

Donald J. Trump

@realDonaldTrump

The reason that the small truck business in the U.S. is such a go to favorite is that, for many years, Tariffs of 25% have been put on small trucks coming into our country. It is called the “chicken tax.” If we did that with cars coming in, many more cars would be built here…..

Donald J. Trump

@realDonaldTrump

…..and G.M. would not be closing their plants in Ohio, Michigan & Maryland. Get smart Congress. Also, the countries that send us cars have taken advantage of the U.S. for decades. The President has great power on this issue – Because of the G.M. event, it is being studied now!

Trump sebelumnya mengancam akan menghapus semua subsidi federal terhadap GM, menanggapi rencana penutupan lima pabrik dan hilangnya 14.000 pekerjaan di Amerika Utara. Pertanyaannya adalah apakah Trump memiliki wewenang untuk bertindak terhadap pembuat mobil itu tanpa persetujuan Kongres AS.

Kredit pajak federal sampai $7.500 diberikan kepada mereka yang membeli kendaraan listrik GM. Menghapus subsidi itu mungkin tidak banyak berdampak finansial pada GM karena perusahaan itu hampir mencapai puncak batas subsidi.

Banyak lapangan kerja akan hilang di negara bagian AS barat tengah, wilayah di mana Trump, sejak lama menjanjikan kelahiran kembali manufaktur.

GM, yang mengatakan telah menginvestasikan lebih dari $ 22 miliar dalam operasi di AS sejak lepas dari kebangkrutan pada tahun 2009, telah berusaha menyenangkan pemerintahan Trump sementara membela keputusannya.

“Kami menghargai tindakan yang diambil pemerintah ini atas nama industri untuk meningkatkan daya saing manufaktur AS secara keseluruhan,” kata GM dalam sebuah pernyataan Selasa (27/11/2018).

Sebelum GM bisa menutup pabrik-pabrik tahun depan di Michigan, Ohio dan Ontario, Kanada, perusahaan itu harus mencapai kesepakatan dengan serikat buruh United Auto Workers. Serikat buruh itu telah bertekad untuk melawan penutupan-penutupan pabrik itu secara hukum dan melalui perundingan bersama.

Restrukturisasi GM mencerminkan perubahan dalam tren pembelian di Amerika Utara, mendorong produsen kendaraan untuk beralih dari mobil ke arah model SUV dan truk.

 

 

 

 

Sumber : VOA Indonesia

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *