Breaking News

Relaksasi DNI akan Semakin Memperbesar Defisit Transaksi Berjalan (CAD)

Esensinews.com – Pada malam Sabtu minggu yang lalu (23/11/2018) Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution memutuskan untuk menunda pelaksanaan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Seperti diketahui, penundaan dilakukan setelah pemerintah mendengarkan masukan dari kalangan dunia usaha yang merasa keberatan dan butuh penjelasan mengenai relaksasi DNI tersebut.

Padahal sebelumnya, pada hari yang sama di siang hari, Darmin sempat mengatakan, bahwa relaksasi DNI adalah kebijakan yang harus dilaksanakan mengingat defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) masih melebar saat ini. Dengan begitu, menurutnya pemerintah perlu menerbitkan kebijakan yang yang dapat meningkatkan transaksi modal dan finansial, sehingga dapat mengimbangi defisit.

Analis ekonomi dari Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra menyatakan persetujuannya dengan penundaan relaksasi DNI dan bahkan berharap kebijakan tersebut dibatalkan saja. Tapi dirinya membantah pernyataan Darmin sebelumnya tentang relaksasi DNI akan memperkecil CAD.

“Pada jangka menengah, relaksasi DNI malah berdampak defisit transaksi berjalan yang semakin besar karena meningkatnya aliran deviden ke luar negeri.” ungkapnya.

Gede menyatakan komponen terbesar defisit dalam transaksi berjalan (current account) adalah defisit dalam transaksi pendapatan primer (primary income) yang mencapai -8 miliar USD. Disusul oleh komponen berikutnya, defisit neraca jasa sebesar -2,2 miliar USD dan defisit neraca barang -0,4 miliar USD.

“Deviden atau pendapatan atas investasi asing masuk ke dalam komponen transaksi pendapatan primer tersebut, yang defisitnya saat ini adalah penyumbang terbesar dalam CAD,” tutupnya.

 

 

 

 

Editor : Syafrizal

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *