Breaking News

Setiap Tahun Tercipta 2,1 Juta Lapangan Kerja di Indonesia

Esensinews.com – Lead Economist Bank Dunia Vivi Alatas mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami kemajuan pesat dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan. Dalam tiga tahun terakhir, setiap tahunnya, rata-rata tercipta 2,1 juta lapangan kerja baru.

“Peningkatan kesempatan kerja jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Vivi di Universitas Indonesia, Depok, dilansir dari kompas.com Senin (12/11/2018).

Meski peningkatannya cukup tinggi, namun Vivi menganggap angka tersebut belum cukup. Indonesia masih butuh lebih banyak lapangan kerja yang tersedia untuk mempercepat pertumbuhan.

Dengan demikian, pemerataan kesempatan kerja bisa lebih merata, terutama bagi anak muda yang masih mencari pekerjaan pertama. Sebab, kata Vivi, angka pengangguran pemuda masih lebih tinggi daripada angka penganggruan nasional.

Artinya, sebagian besar pengangguran ada di usia muda.

“54 persen pekerjaan di 2011-2017 datang dari sektor dengan produktivitas rendah,” kata Vivi.

Indonesia memiliki bonus demografi berupa manusia usia produktif dalam beberapa tahun ke depan. Merekalah yang diharapkan sebagai tonggak pembangunan bangsa.

Namun, harus dipastikan bahwa kesempatan kerja mereka di masa itu masih terbuka luas.

“Adik-adik mahasiswa termasuk bonus demografi itu. Kekhawatirannya apakah setelah adik-adik lulus akan ada pekerjaan yang lebih banyak tercipta untuk kalian,” kata Vivi.

Hal lain yang tak kalah penting dalam meningkatkan mobilitas ekonomi adalah keterampilan. Orang yang berdaya saing di era revolusi industri adaah orang-orang yang bisa meningkatkan keterampilannya.

Saynagnya, kata Vivi, keterampilan kerja masyarakat Indonesia masih rendah. Ia menyebutkan, 38 persen perusahaan berpendapat bahwa keterampilan kerja menjadi hambatan perusahaan utnuk berkembang.

Oleh karena itu, perusahaan semestinya memberikan pelatihan bagi karyawannya agar memiliki kemampuan yang diinginkan.

“Tapi kenyataannya, hanya 8 persen perusahaan yang memberikan training. Mau tidak mau Indonesia harus meningkatkan kesempatan dalam keterampilan baik dalam atau luar dunia kerja,” kata Vivi.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *