Presiden Sri Lanka Serukan Pembubaran Parlemen Pasca Pemecatan Perdana Menteri

Esensinew.com – Guna mencegah memburuknya krisis politik pasca pemecatan Perdana Menteri, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena, Jumat (9/11/2018) membubarkan parlemen dan menyerukan dilangsungkannya Pemilu pada 5 Januari.  Bagi sebagian kelompok oposisi dinilai sebagai hal yang inkonstitusional.

Sebuah pemberitahuan resmi yang ditandatangani oleh Sirisena mengumumkan pembubaran parlemen itu berlaku efektif sejak Jumat tengah malam (9/11/2018) dikutip VOAIndonesia. Ditambahkan bahwa nama-nama kandidat akan diumumkan sebelum 26 November dan parlemen baru akan bersidang pada 17 Januari.

Sri Lanka telah dilanda krisis politik sejak 26 Oktober lalu ketika Sirisena memecat Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, dan menggantikannya dengan Mahinda Rajapaksa. Baik Sirisena, maupun Wickremesinghe, sama-sama mengatakan bahwa mereka menguasai mayoritas di parlemen dan berbicara dengan majelis yang beranggotakan 225 orang itu pada hari Rabu (7/11/2018) setelah diskors selama sekitar 19 hari.

Menteri Luar Negeri Sarath Amunugama hari Sabtu (10/11/2018) mengatakan kepada Associated Press bahwa presiden membubarkan parlemen karena ingin mengetahui suara rakyat secara langsung untuk menyelesaikan krisis tersebut.

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Basuki Hadimulyo Raih Penghargaan "Best Communicators 2018"

Ming Nov 11 , 2018
Esensinews.com – Dalam ajang Jambore Publik Relation (Jampiro) yang puncaknya digelar pada Jumat (9/11/2018) di Semarang Jawa Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) memperoleh penghargaan sebagai “Best Communicators dan Biro Hubungan Masyarakat dari PR Indonesia”. Kategori pertama diterima oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebagai […]