Breaking News

Tangkal Hoaks, Kapolda Jatim Bangun Komunikasi dengan Ormas dan Tokoh Agama

Kepada pimpinan PWNU dan Muhammadiyah Jawa Timur, jenderal polisi bintang dua ini, berpesan agar umat Islam tidak terjebak dengan isu-isu hoaks yang menggiring ke masalah agama.

“Saat ini, ujaran kebencian dan hoaks, memakai agama sebagai alat pemecah belah bangsa. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Luki usai pertemuan dengan pimpinan PWNU dan Muhammadiyah Jawa Timur.

Karena itu Polda Jawa Timur bergerak mengantisipasi isu-isu agama yang menjurus perpecahan. Salah satunya pencegahan demo massa Bela Tauhid pada Jumat (2/11/2018). Rencana aksi ini sudah dua kali batal digelar, yaitu pada 26 Oktober dan 2 November.

“Saling memahami adalah kunci untuk kebaikan yang lebih besar. Pemahaman inilah yang kemudian membuat rencana aksi di Surabaya urung digelar,” kata Luki.

Luki khawatir jika ini terus dibiarkan, bisa berpotensi memecah belah rakyat. “Selain itu, aksi massa besar dalam situasi seperti ini juga rentan disusupi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, yang bertujuan untuk membuat kekacauan. Juga berpotensi terjadinya gesekan horizontal dengan ormas lain,” tegasnya.

Sementara dalam gelar pertemuan dengan PWNU dan Muhammadiyah, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengapresiasi upaya Kapolda Jawa Timur mengamankan acara 1 Kirab Santri dan Istighosah Kubro dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) pada 28 Oktober lalu.

Pun begitu dengan pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur, KH M Saad Ibrahim turut mengapresiasi upaya Polri menjaga situasi Jawa Timur yang kondusif, aman, tertib, serta antisipasi gangguan Kamtibmas dan serangan radikalisme.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *