Breaking News

Proyek Esemka Diserang, Politisi Hanura Bela Jokowi

Esensinews.com – Berita terkait siapa yang paling bertanggung jawab terhadap proyek mobil Esemka menjadi trending topic pekan ini.

Menanggapi hal itu menurut Ketua Fraksi Hanura di DPR Inas N Zubir maraknya pendapat tentang banyak kalangan dan pengamat yang kebingungan tentang mobil Esemka karena menganggapnya sebagai mobnas era wali kota Solo pada  2012.

“Mobil Esemka itu dimulai oleh Sukiyat pemilik bengkel mobil yang juga pengajar di SMK Negri 1 Solo. Dia suatu ketika memperoleh kiriman 1 unit mobil contoh untuk praktik siswa-siswa SMK Negri 1 Solo dalam merakit mobil dari PT. Solo Manufaktur Kreasi, perusahaan yang baru berdiri pada  2007,” katanya  Kepada esensinews Senin (4/11/2018).

Selanjutnya kata dia, karya siswa SMK Negeri 1 Solo ini didengar oleh Wali Kota Solo pada saat itu yakni Jokowi. Lalu sebagai kepala daerah yang peduli, tentunya Jokowi memberikan dukungan agar mobil Esemka tersebut dapat diproduksi secara komersial sehingga dibutuhkan persyaratan tertentu berdasarkan peraturan yang ada dimana salah satunya adalah uji emisi.

Rizal Ramli yang saat itu mendukung perakitan mobil Esemka karya siswa-siswa SMK Negri 1 Solo tersebut. Begitu pun kalangan lainya. Tapi  setelah kegagalan uji emisi tahun 2012, semua pada balik badan meninggalkan Jokowi sendirian.

Disebutkan Inas, Jokowi bukanlah penggagas maupun pengambil kebijakan mobil Esemka tersebut maka persoalan gagalnya uji emisi tersebut dikembalikan lagi kepada SMK Negri 1 Solo dengan nasihat agar menjadikan pelajaran kegagalan tersebut.

Inaz berpendapat gagalnya uji emisi tersebut bukan kegagalan siswa-siswa SMK Negri 1 yang sejatinya hanya merakit saja, melainkan kegagalan dari mesin produksi PT. Solo Manufaktur Kreasi (SMK).Perusahaan tersebut cukup berani untuk mencoba memproduksi mobil setelah mendapat restu SBY pada  2009 di pameran mobil ITB di Bandung.

“Jadi tidak ada kaitan-nya Esemka tersebut dengan kinerja maupun kebijakan Pak Jokowi pada saat beliau menjabat wali kota Solo,” tuturnya.

Hanya saja para kalangan dan pengamat yang nyinyir memaksakan agar Esemka terus dilekatkan kepada Jokowi apalagi di tahun elektoral ini. “Tapi anehnya adalah para pemgamat tersebut yang malahan kebingungan sendiri karena tidak faham tentang kebijakan seorang wali kota, buktinya mereka sampai hari ini masih nyinyir soal mobil Esemka,” sebutnya.

 

 

 

Editor : Divon

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *