Breaking News

Trump Curigai Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat dalam Pembunuhan Khashoggi

Esensinews.com – “Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk pertama kalinya mencurigai Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Trump berujar MBS kemungkinan terlibat pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Dikutip The Guardian Rabu (24/10/2018), Trump menjelaskan pangeran berusia 33 tahun itu kemungkinan menempati porsi terbesar dalam skenario tewasnya Khashoggi.

“Jadi, jika ada sesuatu yang terjadi, saya menduga dia (MBS) pastinya mengetahui,” tutur presiden ke-45 dalam sejarah AS tersebut.

Trump menuturkan, dia telah berulang kali mengajukan pertanyaan kepada MBS terkait pengetahuannya soal kasus Khashoggi dalam berbagai kesempatan.

Presiden dari Partai Republik itu berkata, awalnya dia bertanya kepada MBS apakah si putra mahkota mengetahui adanya rencana pembunuhan Khashoggi.

“MBS berkata tidak. Kemudian saya bertanya kembali ‘dari mana mulainya?’ Kemudian dia menjawab dari level terbawah,” paparnya.

Trump mendapat pertanyaan apakah dia percaya dengan penyangkalan MBS. Dia sempat terdiam selama beberapa detik. “Saya ingin memercayainya. Sungguh,” ungkapnya.

Sementara dalam makan malam dengan pejabat militer, Trump menyebut kasus pembunuhan Khashoggi disembunyikan dengan sangat buruk.

Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan, 21 warga negara Saudi bakal dicabut visanya buntut pembunuhan yang menimpa kontributor The Washington Post tersebut.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memaparkan jajarannya juga tengah melakukan serangkaian kebijakan lain. Termasuk di antaranya pemberian sanksi.

“Kami menegaskan tak bakal menoleransi aksi kejam seperti ini. Percayalah, hukuman ini tidak menjadi yang terakhir dari AS,” ujarnya.

Khashoggi tewas ketika mendatangi gedung konsulat Saudi untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz, pada 2 Oktober lalu.

Awalnya Saudi bersikukuh Khashoggi telah keluar dari gedung. Namun pekan lalu, mereka akhirnya mengakui bahwa dia tewas dalam pertikaian.

Sejumlah media Turki dan dunia memberitakan Khashoggi dibunuh oleh 15 orang, dengan jenazahnya dimutilasi dan dilenyapkan menggunakan cairan asam.

Tim 15 orang itu dikabarkan bergerak atas perintah penasihat MBS bidang komunikasi, Saud al-Qahtani. Bahkan. Qahtani memerintahkan pembunuhan melalui Skype.

Selasa (23/10/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan Khashoggi merupakan korban dari pembunuhan berencana yang kejam.

Dia menjelaskan sebelum Khashoggi dibunuh, tiga warga negara Saudi tiba di Istanbul sehari sebelumnya dan bergerak untuk memetakan lokasi.

Erdogan meminta agar 18 orang yang diklaim telah ditangkap otoritas Saudi untuk dibawa ke Istanbul dan diadili di sana.

 

Sumber : The Guardian

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *