Breaking News

Menkes Sampaikan Dampak Stunting bagi Anak Usia 1-3 Tahun

Esensinews.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Nila Djuwita Anfasa Moeloek menyampaikan, bahwa umumnya stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun.

Pada rentang usia tersebut, ibu dapat mengenal apakah anak mengalami stunting atau tidak. Dampak stunting yang bisa terlihat adalah pertumbuhan tinggi dan berat anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya.

Stunting juga membuat tumbuh kembang anak tidak optimal sehingga terlambat jalan atau kemampuan motoriknya kurang optimal. Kuncinya tentu dengan meningkatkan asupan gizi ibu hamil dengan makanan yang berkualitas baik. Zat besi dan asam folat adalah kombinasi nutrisi penting selama kehamilan yang dapat mencegah stunting pada anak ketika ia dilahirkan nanti.

Hal itu disampaikan Menkes pada  kegiatan Edukasi Sajian “Isi Piringku” bagi ibu hamil, Kamis (18/10/2018) dalam rangka pencegahan Stunting di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan tema “Cegah Stunting, kita jaga dengan 1000 hari kehidupan”. Bertempat di kompleks perkantoran Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi, Kalimantan Selatan Banjarbaru.

Pada acara ini Pemprov Kalsel telah berhasil memecahkan rekor MURI dengan menghadirkan ibu hamil terbanyak untuk pencegahan stunting dalam edukasi sajian isi piringku untuk ibu hamil di Setdaprov Kalsel.

Dalam pemecahan rekor ada 2053 ibu hamil yang ikut berpartisipasi  didatangkan dari 13 kabupaten kota di Kalsel dalam mengikuti edukasi isi piringku. Dengan hidangan yang disediakan berupa nasi, ikan, tempe dan sayuran dan buah

Ibu hamil juga diberi edukasi langsung oleh Ketua TP PKK Kalsel Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor tentang menu makanan sehat untuk ibu hamil. Dan mengajak untuk menjaga asupan makanan di 1.000 hari kehidupan.

Perwakilan ibu hamil juga maju dengan membacakan deklarasi ibu hamil se-Kalsel dalam pencegahan anak stunting dengan edukasi penyajian isi piringku yang isinya diantaranya adalah berjanji memeriksakan kesehatan minimal empat kali dalam masa kehamilan, minum tablet tambah darah, menerapkan PHBS dan enam poin lainnya.

Dalam pemecahan rekor Muri, Hj Raudhatul Jannah mengatakan pada mulanya ingin mengumpulkan 2018 orang ibu hamil. Sebagai mana yang dilaporkan ke rekor MURI. Namun antusias para ibu hamil sangat besar sehingga jumlah ibu hamil yang dikumpulkan melebihi target.

Sementara Menkes mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh Pemprov Kalsel. Kegiatan pemecahan rekor MURI dengan edukasi isi piringku terangnya merupakan ide yang baik yang diselenggarakan Pemprov Kalsel.

Kami salut dengan ibu TP PKK Kalsel, mau turun ke bawah untuk mensejahterakan masyarakat, ucapnya dengan bangga.

 

Editor : Ardy Wiryawan

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *