Lahan Pertanian Indonesia Mengkwatirkan!!

Oleh : Dr Jerry Massie MA, PhD
Peneliti Kebijakan Publik Indonesian Public Institute (IPI)

 

Indonesia dikenal dengan dengan sektor pertaniannya. Negeri ini melimpah pangan. Kalau di Amerika bahkan Eropah komsumsi mereka gandum berbeda dengan kita. Yang mana makanan utama atau primer kita adalah beras.

Akan tetapi kondisi saat ini terkait pangan di tanah air sangat mencemaskan. Betapa tidak, dipastikan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pasti gagal.

Pasalnya, sejauh ini luas lahan pertanian kita kian harini kian menyusut. Dibandingkan di era Soeharto maka Indonesia sebetulnya gudangnya pangan, terutama beras.

Dicatat tahun 1984 Indonesia mampu mencapai swasembada pangan.  penyebabnya adalah luas lahan pertanian yang tidak memadai.

Menurut data dari Bank Dunia pada 2017 yang menyebutkan hanya 31,5% atau 570.000 kilometer persegi lahan di Indonesia yang digunakan untuk pertanian.

Padahal di era pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ada grand design di bidang pertanian yakni, revitalisasi pertanian tahun 2004. Namun sayang gema revitalisasi ini mati suri atau redup, entah kenapa?

Tapi ini dikebiri tiga tahun setelah itu dengan hanya menjadikan program itu menjadi program kecil

Fakta yang menarik yakni, impor pangan Indonesia tahun 2013 mencapai US$ 14,9 miliar atau naik empat kali lipat dari nilai ekspor tahun 2003 senilai US$ 3,34 miliar.

Namun, tak berbanding dengan lahan pertanian yang menjadi dasar sektor pertanian terus menyusut dari 31,2 juta hektar tahun 2003 menjadi 26 juta hektar pada tahun 2013.

Tak sampai disitu, dalam sensus pertanian 2013 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja disektor pertanian pun menurun 5 juta orang.

Presiden Soeharto kala itu menjauhkan Indonesia dari pertanian. Setelah reformasi, kita semakin meninggalkan pertanian.

Perbandingan Pertanian Indonesia dengan negara-negara ini.

 

*Thailand memiliki lahan pertanian seluas 221.000 kilometer persegi atau 43,3% dari total lahan di negara tersebut.

*Australia menggunakan 52,9% lahan atau sekitar 4 juta kilometer persegi khusus untuk pertanian.

*Tiongkok, memiliki lahan pertanian seluas 5 juta kilometer persegi atau 54,8% dari total luas lahan.

Sementara itu, perbandingan rasio penduduk dan lahan di Indonesia adalah setiap satu orang memiliki 0,22 hektare (ha) lahan.

Lebih kecil dibandingkan Thailand yang memiliki perbandingan 1:0,32 ha dan Tiongkok 1:0,35 ha.

Bahkan, di Negeri Kangguru perbandingan penduduk dan lahan mencapai 1:16,67 ha.

Kini, Indonesia diperhadapkan dengan tantangan agar dapat mengejar swasembada pangan bukan hanya semakin berkurangnya luas lahan, jumlah pekerja di sektor pertanian juga terus menurun.

Bukan itu saja, problem yang dihadapi kita sekarang bukan produsen lagi tapi konsumen beras. Bayangkan stok di gudang bulog melimpah, tapi Indonesia dengan ego-nya akan mengimpor 2 juta ton beras. Jadi sudah berbalik dulunya kita pengekspor beras, kini berbalik justru kita jadi pengimpor beras.

Hingga saat ini sebanyak 45% pekerja bekerja di jasa.

Miris! betapa tidak pekerja di sektor pertanian hanya 33%,”. Belum lagi petani sudah beralih fungsi ke Gojek, Grab dan lainnya.

Ke depan pemerintah harus lebih memperhatikan soal pangan. Stop! lahan pangan dijadikan pabrik atau mendirikan rumah. Lebih baik bikin apartemen atau rusun tinggal disesuaikan.

Kalau tidak ada kebijakan pemerintah terkait hal ini, maka krisis pangan bisa mengancam Indonesia.

 

Photo : Divon (Esensinews.com)

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bareskrim Dalami Pembobolan 14 Bank dengan Kerugian Rp14 Triliun

Kam Okt 18 , 2018
Esensinews.com – Kasus pembobolan 14 bank dengan total kerugian mencapai Rp14 triliun oleh lembaga pembiayaan kredit PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) diperiksa Mabes Polri. Saat ini, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sedang mendalami kasus tersebut. Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga selaku Wakil Direktur Tindak Pidana […]