Ternyata Tri Rismaharini Anti-Kritik!

Esensinews.com – Sejumlah kalangan wartawan di Surabaya, sedikit menguak tingkah laku Wali Kota Tri Rismaharini, jika dirinya antikritik.

Wartawan televisi swasta lokal Dewi Imroatin mengatakan dia pernah beberapa kali terkena marah Risma. Penyebabnya, berita-berita Dewi selalu mengkritisi kebijakan Pemkot Surabaya.

“Selama ini beritaku mengkritisi kebijakan Pemkot dan aku berani tanya ke Bu Wali, akhirnya Bu Risma jengkel sama aku seperti itu,” cerita Dewi seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (9/10/2018).

Dewi menambahkan, dia pernah bertanya soal penyegelan Taman Ria Surabaya (TRS). Saat itu Dewi langsung dimarahi.

“Bu wali marah, sampai aku ditunjuk-tunjuk di depan teman media. Itu pas konferensi pers terkait agenda Bu Wali,” kenangnya.

Terakhir, Dewi mengaku wawancara Risma terkait gaji PNS ke-13. “Habis ditanya (gaji PNS) Bu Wali marah dan langsung pergi,” ucap Dewi.

Menurut Dewi, selama ini Risma memang tidak suka dikritisi terkait kebijakan-kebijakan Pemkot Surabaya. “Bu wali itu gak suka kalau dikritisi, dia maunya berita yang bagus-bagus tok,” katanya.

Akibatnya, Dewi dilarang melakukan peliputan kedatangan tim kirab nusantara GP Ansor Jawa Timur di rumah dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, Senin (9/10/2018). Namun Dewi tidak tahu masalah itu terletak di Fikser atau Risma.

“Saya tidak tahu masalah, apakah di Fikser atau Bu Wali (Risma),” terang Dewi.

Menurut Dewi, Fikser sebagai Kabag Humas harusnya bisa menjadi penengah antara wali kota dengan media. Bukan dia malah mengambil sikap yang mendiskritkan media,” tuturnya.

Rencananya Rabu (10/10/2018), Fikser akan menggelar jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, pukul 13.00 WIB terkait hal itu.

Info yang diterima media itu dikirim Kasubag Jefri terkait kegiatan peliputan di Pemkot Surabaya.

Namun demikian, beberapa media termasuk Dewi tidak akan hadir, sebab narasumbernya hanya Fikser. “Aku sama teman-teman enggak mau datang mas, karena yang nemuin hanya Fikser. Kita mau datang kalau ada Bu wali atau Pak Sekda, jadi ada penengah,” tutup Dewi.

 

 

Editor : Freddy

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Karyono Wibowo Dukung Amien Rais Bongkar Kasus Korupsi

Rab Okt 10 , 2018
Esensinews.com – Menanggapi Pernyataan Amien Rais yang akan membongkar dugaan kasus korupsi besar yang masih mengendap di KPK Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, pernyataan Amien Rais yang akan membongkar dugaan kasus korupsi besar yang mengendap di KPK merupakan upaya untuk melakukan serangan kepada kubu Jokowi – […]