Dalam Kondisi Bencana Sulteng, Tidak Mungkin Tahapan Pemilu Dilaksanakan

Oleh : Hadar Nafis Gumay
(Mantan Plt. Ketua Komisi Pemilihan Umum)
Bencana yang cukup besar terjadi. Kemudian tidak memungkinkan tahapan atau bagian tahapan pemilu dapat dijalankan secara efektif, atau bahkan tidak mungkin dilaksanakan. Tentu baik tahapan tersebut ditetapkan ditunda.

Tahapan yang sedang berlangsung sekarang tidak hanya kampanye, tetapi juga ada perbaikan DPT dan produksi logistik yang perlu disediakan untuk kampanye. Tahapan dan sub tahapan ini memerlukan kerja penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan masyarakat. Hampir pasti dalam tragedi bencana alam yang sebesar di Sulawesi Tengah (Sulteng) semua elemen di atas tidak dapat melaksanakan dan mengikuti tahapan/sub tahapan pemilu yang sedang berlangsung

Perlu dipastikan di kabupaten/kota mana saja tahapan tidak dapat dilaksanakan. Jika ada lebih dari satu kabupate/kota dalam satu provinsi terjadi bencana dan tahapan harus diputuskan, maka keputusan harus dikeluarkan oleh KPU provinsi atas masukan KPU kabupaten/kota.

Dalam hal ada situasi bahwa KPU tidak dapat mengambil keputusan dalam rapat pleno yang kuorum, pengambilan keputusan oleh KPU di atasnya (KPU RI) dapat dilakukan. KPU pusat perlu segera mencari tahu keadaan lapangan sesungguhnya, dan seberapa banyak daerah terkait.

Apakah akan mengganggu pemilu atau atau tahapan pemilu secara keseluruhan, saya pikir tergantung. Terutama akan sampai kapan penundaan ini akan berlangsung. Untuk daerah setempat tentu terganggu, karena tahapan tidak dapat dilaksanakan. Namun untuk pemilu secara nasional saat ini, saya kira tidak.

Barusan saya dapat kabar tentang Ketua KPU Sulteng. Kabarnya baik, dan kantornya tidak rusak. Namun mereka belum berhasil kontak atau dapat kabar dari KPU kabupaten/ kotanya.

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kadiv Humas : Status Ratna, Bisa Ditingkatkan jadi Tersangka

Kam Okt 4 , 2018
Esensinews.com – Ratna Sarumpaet telah mengakui kebohongannya terkait pengeroyokan terhadap dirinya beberapa hari lalu. Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Pol Irjen Setyo Wasisto mengapresiasi pengakuan Ratna Sarumpaet terkait kebohongan penganiayaannya pada 21 September 2018. Namun kata Irjen Pol Setyo, masalah ini telah menimbulkan keresahan publik. “Maka yang bertanggung jawab […]