Astaga! Dana Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali Capai Rp6 Triliun

Esensinews.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, mengungkapkan biaya untuk pagelaran IMF dan Bank Dunia di Bali, menelan hampir Rp6 Triliun. Dana tersebut terbagai dua yakni, biaya teknis pertemuan Rp1 triliun dan biaya pembangunan infrastruktur Rp4,9 triliun.

“Kalau hanya untuk mempromosikan pariwisata Bali atau Indonesia, itu jelas biaya promosi yang sangat mahal dan tak masuk akal,” kata Fadli Zon di Jakarta, seperti dikutip dari aktual.com Jumat (28/9/2018).

Menurut Fadli, dana yang mencapai Rp6 triliun itu, bisa digunakan untuk membantu rehabilitasi gemp Lombok.

“Dana sebesar itu jauh lebih bermanfaat jika dialihkan untuk rehabilitasi Lombok dan Sumbawa atau hal-hal lain yang baik bagi masyarakat secara langsung,” katanya.

Politisi Gerindra itu menilai, pemerintahan Joko Widodo tidak memiliki target dalam pertemuan tersebut. “Kecuali untuk kepentingan prestise beberapa elite di pemerintah,” ucapnya.

Lebih lanjut Fadli menyebut, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan ada potensi investasi sebesar USD2-3 miliar atau sekitar Rp43,5 triliun bisa masuk ke Indonesia melalui pertemuan tersebut.

“Tapi, saya kira proyeksi itu tidak akan efektif. Namanya saja cuma potensi, ujungnya biasanya tak terjadi apa-apa,” katanya.

“Proyeksi investasi yang muluk-muluk dari event ini menurut saya hanya bersifat apologetik saja, sekadar jadi dalih pembenar atas event mahal ini,” katanya menyindir.

 

Editor : Jerry Palohoon

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AS Ancam Blokade Kapal-kapal Perang Rusia

Sen Okt 1 , 2018
Esensinews.com – Amerika Serikat (AS) mengumbar ancaman untuk memblokade Rusia dengan kapal-kapal perang Angkatan Laut-nya. Tujuannya untuk mencegah pasokan energi potensial Moskow ke Timur Tengah. Ide blokade itu direspons keras oleh Moskow yang menganggapnya sebagai tindakan perang. Ancaman Washington itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Ryan Zinke seperti dilaporkan The Washington Examiner. […]