Berikut 8 Pemimpin Berusia Muda yang Sukses di Pemerintahan

Esensinews.com – Usia muda bukan berarti tidak bisa apa-apa, termasuk menjalankan pemerintahan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa pemimpin yang berhasil memangku jabatannya pada usianya relatif muda.

Pemimpin muda memang relatif menawarkan ide-ide segar dan kecakapan kerja yang dinamis.

Tapi tahukah Anda ada beberapa pemimpin di dunia dalam usia muda telah memegang jabatan pemimpin?

Setidaknya terdapat delapan pemimpin muda yang sampai saat ini masih berada di pucuk kepemimpinan:

1. Sebastian Kurz (Austria)

Kanselir Austria, Sebastian Kurz saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Brussels pada Juni 2018.

Kanselir Austria ini lahir di Wina pada 27 Agustus 1986. Setelah menamatkan kuliahnya, pada 2011 ia memberanikan diri untuk terjun di kancah politik.

Partai Rakyat Austria (0VP) menjadi langkah yang dipilihnya, hingga akhirnya bisa menjadi ketua umum.

Pada 2013, Kurz terpilih menjadi anggota parlemen. Di usianya yang baru 27 tahun, Kurz sudah dipercaya untuk memangku jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Australia. Dalam kancah perpolitikan Austria, dia tercatat sebagai menteri termuda.

Kebijakannya pun dikenal kontroversial. Pada 2016, dia memerintahkan penutupan jalur Balkan yang kerap dipakai imigran untuk memasuki Austria.

Selain itu, ia berjanji akan terus membatasi jumlah pengungsi dan imigran ilegal yang memasuki Austria, serta memperketat penjagaan perbatasan Austria.

Berbagai upaya dilakukannya dengan menyudahi grand coallition dari partai berkuasa, Partai Sosial Demokrat, yang akhirnya memicu pemilu dini.

Setelah perjuangannya, namanya merangkak naik menjadi Kanselir Australia pada Oktober 2017.

2. Emmanuel Macron (Perancis)

Presiden Perancis Emmanuel Macron berbicara di depan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Elysee, Selasa (29/8/2017)

Presiden Perancis ini lahir di Amiens, Perancis pada 21 Desember 1977. Pendidikan awalnya ditempuh di Perancis. Pada 1999, ia bekerja sebagai asisten editor untuk filsuf Paul Ricœur yang menulis buku.

Pada 2006, Macron tergabung sebagai anggota Partai Sosialis. Kariernya semakin naik ketika 2012 hingga 2014 menjabat Deputi Sekretaris Jenderal Istana Elysee. Saat itu, Francois Hollande menjabat presiden Perancis.

Puncaknya pada Agustus 2014, Macron dilantik sebagai Menteri Ekonomi, Industri, dan Data Digital, di bawah kepemimpinan Hollande.

Pada 2017, nama Macron meroket. Hingga akhirnya pada Mei 2017, ia ditetapkan sebagai presiden dalam usia 38 Tahun.

3. Justin Tradeau (Kanada)

 Justin Tradeau

Perdana Menteri Kanada ini lahir pada 25 Desember 1971 di Ottawa, Ontario Kanada. Bakat berpolitiknya sudah diwariskan dari ayahnya yang merupakan mantan perdana menteri, Pierre Trudeau.

Justin Trudeau terpilih sebagai anggota parlemen pada 2008 dan akhirnya pada 2011 terpilih lagi.

Namanya semakin melambung ketika pada 14 April 2013, Trudeau terpilih menjadi Pemimpin Partai Liberal Kanada.

Partai Liberal Kanada akhirnya memperolah suara mayoritas pada pemilu yang diselenggarakan 19 Oktober 2015. Hasil ini menobatkannya menjadi Perdana Menteri Kanada. Ketika itu, usianya baru 43 tahun.

4. Tamim bin Hamad al-Tsani (Qatar)

Tamim bin Hamad al-Tsani

Emir Qatar ini lahir pada 3 Juni 1980 di Doha, Qatar. Ia merupakan anak dari Syekh Hamad bin Khalifa Al-Tsani. Setelah mengenyam pendidikan di Inggris, ia kemudian bertugas sebagai Letnan Dua di Angkatan Bersenjata Qatar.

Pada 25 Juni 2013, Tamim menjadi Emir Qatar. Ia menggantikan ayahnya yang menyerahkan kepemimpinan. Usianya pada waktu itu 33 tahun. Saat ini dia berusia sekitar 38 tahun.

5. Jigme Khesar Namgyel Wangchuck (Bhutan)

Raja Bhutan ini lahir pada 21 Februari 1980. Khesar sudah disiapkan menjadi raja sejak kecil. Pendidikan kecilnya dihabiskan di Bhutan. Setelah itu, dia melanjutan pendidikannya di Amerika Serikat.

Identitas sebagai putra mahkota telah memberikannya beberapa pengalaman. Khesar juga berperan aktif dalam organisasi budaya, pendidikan dan ekonomi.

Akhirnya, pada Desember 2005, Raja Jigme Singnye Wangchuck memberikan tahtanya kepada Khesar. Secara resmi penobatan dirinya dilakukan pada 6 November 2008.

Ketika diangkat menjadi raja, usianya baru menginjak 26 tahun. Saat ini usianya 38 tahun.

6. Juri Ratas (Estonia)

 Juri Ratas

Perdana Menteri Estonia ini lahir di Tallin pada 2 Juli 1978. Pada 2005 sampai 2007, ia menjadi Wali Kota Tallin dan berhasil membuat kota itu menjadi European Green Capital.

Akhirnya, pada pemilihan anggota parlemen pada 2015, Ratas terpilih lagi menjadi anggota parlemen. Ia kemudian terpilih juga menjadi Wakil Ketua Parlemen.

Namanya kian melambung ketika ia berhasil menyatukan kabinet kedua Taavi Roivas yang terpecah. Partai koalisi akhirnya mendukungnya menjadi pemimpin.

Akhinya Ratas dilantik sebagai Perdana Menteri pada 23 November 2016. Pada saat itu, usianya 38 Tahun.

7. Charles Michel (Belgia)

Charles Michel (Perdana Menteri Belgia)

Perdana Menteri Belgia ini lahir di Namur, 21 Desember 1975. Di usianya yang baru 38 tahun, ia berhasil menjadi kepala pemerintahan Belgia.

Karier poltiknya sudah dimulai sejak usia 16 tahun dengan bergabung organisai Young Liberal di Kota Jodoigne. Pada usianya ke-18, Charles Michel terpilih menjadi anggota dewan provinsial di Brabant Wallon.

Akhirnya, pada pemilihan umum 2014, Michel secara resmi diajukan untuk menjadi Perdana Menteri dengan Kris Peeters sebagai deputinya.

Michel merupakan pemimpin kabinet termuda di Belgia sejak tahun 1841 dan orang termuda yang memegang gelar Perdana Menteri Belgia.

8. Volodymyr Groysman (Perdana Menteri Ukraina)

 Volodymyr Groysman

Perdana Menteri Ukraina ini lahir pada 20 Januari 1978. Ia menjabat sejak April 2016. Ketika itu, ia baru berusia 38 tahun.

Pada 2006, namanya tercatat sebagai Wali Kota Vinnytsia.

Ketika pemerintahan Arseniy Yatsenyuk yang menjabat dari Februari hingga November 2014, Groysman menjabat Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Pengembangan Regional, Pembangunan dan Perumahan dan Pelayanan Komunal Ukraina.

Akhirnya, April 2016 ia berhasil memegang jabatan sebagai Menteri Ukraina menggantikan Yatsenyuk.

 

 

Sumber : Kompas.com

 

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mendag Perlu Diganti

Jum Sep 21 , 2018
Oleh : Jerry Massie (Peneliti Kebijakan Publik Indonesian Public Institiute)   Saat ini pemerintah berencana mengimpor beras sebanyak 2 juta ton. Pro dan kontra antara Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Kepala Bulog Budi Waseso dan Menteri Pertanian tak terhindarkan. Sebetulnya, Buwas sudah berbicara realita terkait stok beras saat ini. Padahal […]