Gelapkan Rp1,09 Miliar Dana Nasabah, Teller Bank di Surabaya Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

RABAYA, KOMPAS.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menangkap dan langsung menahan seorang teller bank BRI berinisial KG (26) pada Rabu (19/9/2018) petang lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Dari data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, KG adalah teller Bank BRI di Unit Gubeng Kertajaya yang telah dua tahun bekerja.

Kepala Kejari Surabaya Teguh Darmawan menegaskan, KG diduga melarikan dana nasabah senilai Rp 1,09 miliar.

“Kami ingin penyidikan kasus ini berjalan cepat, makannya kami tahan agar dia (KG) tak melarikan diri serta menghilangkan barang bukti,” kata Teguh pada Rabu (19/9/2018), seperti dikutip dari Surya.co.id. 

Baca juga: Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Penahanan KG dilakukan usai Tim Penyidik Kejari Surabaya memeriksa teller BRI tersebut selama sekitar tujuh jam.

Setelah pemeriksaan atau sekitar pukul 16.00 WIB, KG terlihat keluar dari Ruang Penyidik Kejari Surabaya yang berada di lantai 2 Gedung Kejari Sukomanunggal Surabaya.

Lalu, KG terlihat keluar dari kantor kejaksaan dan dibawa menuju mobil tahanan Kejari Surabaya yang telah menantinya.

Warga Kabupaten Gresik tersebut setidakya akan ditahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan. KG akan menghuni rumah tahanan (rutan) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.

Modus 

Teguh menjelaskan bagaimana modus yang digunakan KG dalam melancarkan aksinya. Catatan Kejari Surabaya menyebutkan total ada sekitar 26 nasabah yang dirugikan.

Pertama, KG mencari nasabah yang memiliki nilai simpanan yang cukup besar. Kedua, KG lalu mengidentifikasi apakah nasabah itu jarang mengambil tabungannya. terakhir, KG kemudian memindahbukukan uang nasabah ke rekeningnya.

Aksi KG terbongkar usai Bank BRI melakukan audit internal. BRI terlebih dulu meminta KG untuk mengembalikan uang yang digondolnya itu namun tidak kunjung dikembalikan hingga pihak BRI melaporkannya ke Kejari Surabaya.

Kemudian berdasarkan pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan Kejari Surabaya, KG telah melakukan tindak pidana korupsi itu sejak Januari sampai Agustus 2017.

“Dalam perkara ini, terduga kami jerat Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8, dan Pasal 9 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” papar Teguh saat sesi wawancara bersama awak media, Rabu (19/9/2019).

 

Editor : Donny

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Berikut Alasan Beras Melimpah Tahun Ini, Menurut Kementan

Kam Sep 20 , 2018
Esensinews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan hasil panen  beras tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Hal itu akan membuat pasokan beras tahun ini bakal surplus atau melampaui konsumsinya. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto mengungkapkan selama periode Oktober 2017 – Agustus 2018, luas tanam padi meningkat 945 ribu […]