Turki Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Suriah

Esensinews.com – Turki terus mengerahkan pasukan dan persenjataan berat, termasuk tank tempur, ke wilayah barat daya yang berbatasan langsung Suriah. Langkah militer Ankara itu untuk mengantisipasi serangan besar-besaran oleh pasukan rezim Suriah dan sekutu-sekutunya di wilayah yang dikuasai oposisi atau pemberontak.

Satu konvoi militer Turki tiba di sebuah pos Turki di dekat Kota Morek, di Provinsi Hama utara, Suriah, pada Kamis pagi.

Menurut laporan Al Jazeera, sebuah pesawat militer juga tiba dengan lusinan tentara Turki di bandara sipil di Provinsi Hatay, sekitar 50 km dari perbatasan Turki-Suriah. Belum jelas apakah pasukan tersebut telah melintasi perbatasan atau belum.

Turki telah menjadi tuan rumah dari 3,5 juta pengungsi Suriah dan khawatir akan munculnya gelombang besar pengungsi lainnya jika pasukan Suriah-yang didukung oleh kekuatan udara Rusia dan milisi sekutunya-menyerang basis terakhir pasukan oposisi di Provinsi Idlib.

Menurut Metin Gurcan, seorang ahli keamanan Turki, penguatan perbatasan oleh militer Ankara adalah tindakan defensif.

Jika Anda melihat jenis-jenis sistem senjata itu, saya akan mengatakan itu semua untuk tujuan pertahanan. Jadi saya tidak berpikir Turki memiliki niat ofensif dan kemampuan untuk campur tangan militer dalam teka-teki Idlib,” katanya kepada¬†Al Jazeera, Jumat (14/9/2018).

“Ini semacam pertahanan militer preventif dan defensif untuk mengelola aliran pengungsi yang diantisipasi karena dorongan pasukan Suriah yang didukung Rusia dari selatan,” katanya lagi.

Selama seminggu terakhir, Turki telah mengerahkan bala bantuan dan memperluas struktur pertahanan di sekitar selusin titik pengamatan di wilayah yang dikuasai pasukan oposisi di Idlib, Aleppo barat, dan provinsi Hama utara.

Pos-pos terdepan didirikan setelah kesepakatan de-eskalasi tercapai antara Turki, Rusia dan Iran pada Juli 2017.

Pada 7 September 2018 lalu, gencatan senjata yang diusulkan Turki ditolak oleh Rusia dan Iran selama pertemuan puncak trilateral di Teheran.

Menurut Gurkan, sebuah konfrontasi antara pasukan Turki dan mereka yang mendukung pemerintah Suriah sangat tidak mungkin terjadi jika serangan terhadap Idlib terus berlanjut.

Rusia, lanjut Gurkan, terus mengontrol wilayah udara Suriah. Hal itu tidak mungkin bagi Turki untuk memulai tindakan militer di sana tanpa persetujuan Rusia.

“Saya tidak mengharapkan serangan darat skala besar (oleh pasukan Suriah). Ini akan menjadi peperangan-pengepungan bertahap yang bisa bertahan mungkin sembilan sampai sepuluh bulan,” kata Gurkan.

Dia menambahkan Turki tidak mungkin untuk menarik titik-titik pos pengamatan yang diawaki oleh pasukannya jika pertempuran berat dimulai.

“Ini adalah pos pengamatan yang didukung Rusia, tujuan utamanya adalah untuk mencegah perluasan milisi pro-Iran dari Aleppo ke Idlib,” katanya.

Menurut Gurkan, Rusia juga ingin membatasi pengaruh Iran di Suriah dan mencegahnya menyebar ke Provinsi Idlib.

 

Sumber : Al-Jazeera, AFP

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pendapatan Manchester City Capai 500 Juta Pound

Jum Sep 14 , 2018
Esensinews.com – Ketua Manchester City Khaldoon Al Mubarak mengatakan, klub akan “berusaha untuk mendapatkan lebih” setelah mereka mengumumkan pendapatan tahunan sebesar 500 juta pound (655 juta dolar AS) untuk pertama kalinya pada Kamis waktu setempat. Laporan tahunan mengatakan juara Liga Inggris pada musim lalu itu telah menikmati pendapatan sebesar 500,5 […]