Pebalap Marc Marques tak Pernah Mimpi Berprestasi di Usia Muda

Esensinews.com – Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku tidak pernah bermimpi berprestasi di MotoGP di usia muda.

Mengenang gelar juara dunia yang diraih pada musim 2013, Marquez mengaku masih heran bisa meraihnya di musim debut.

“Tidak, saya tak pernah membayangkannya,” kata Marquez yang dilansir BolaSport.com dari Speedweek.

“Dan saya tak ingin memikirkannya. Semua orang mengatakan bahwa apa yang sudah saya lakukan itu luar biasa,” ujar Marquez menambahkan.

Gelar juara dunia itu langsung melambungkan nama Marquez. Pasalnya, selain diraih di musim debut, gelar itu menjadi sangat spesial karena usia Marquez saat itu masih 20 tahun.

Atas capaian ini, Marquez mencetak sejarah sebagai pebalap termuda yang mampu menjadi juara dunia MotoGP.

Marquez mengungkapkan hanya suka melaju di lintasan balap dan tak memikirkan tentang rekor maupun raihan-raihan tersebut.

“Saya hanya melakukan apa yang saya sukai, saya suka balapan dan menang. Saya tak ingin memikirkan apapun tentang rekor,” tutur Marquez.

“Orang-orang berkata bahwa saya sudah memecahkan rekor, tetapi pada akhirnya tujuan saya adalah bersenang-senang dengan motor dan menikmati momen naik podium,” ucap Marquez menambahkan.

Sejak meraih gelar pertamanya, Marquez seperti mendominasi ajang MotoGP. Bagaimana tidak, hanya di musim 2015, gelar juara dunia tidak jatuh ke tangan Marquez.

Saat itu, pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, yang keluar sebagai juara.

Di musim 2018, peluang juara Marquez terbilang sangat lebar. Marquez masih memimpin klasemen pebalap dengan MotoGP yang hanya menyisakan enam seri balapan,

Pebalap berjuluk The Baby Alien itu kini mengoleksi 221 poin unggul 67 angka dari Andrea Dovizioso (Ducati) di urutan kedua.

 

Sumber : Bolasport

 

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ajudan PM Israel Dituduh lakukan Pelecehan Seksual terhadap 12 Wanita

Jum Sep 14 , 2018
Esensinews.com – David Keyes, ajudan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap 12 wanita. Keyes yang selama ini jadi juru bicara Nentanyahu untuk media asing memutuskan untuk cuti guna menyelesaikan kasusnya. Dia bertekad membersihkan namanya dari apa yang dia sebut sebagai “tuduhan palsu dan menyesatkan”. Menurut […]