Esensinews.com – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melakukan latihan perang bersama sekutu regional dan globalnya di Teluk Persia selama bulan ini. Manuver militer ini digelar di saat perseteruan Washington dan Teheran sedang memanas.

Baru-baru ini Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur utama lalu lintas kapal-kapal tanker minyak dunia. Teheran bahkan mengklaim sudah mengusai Selat Hormuz, namun disangkal Pentagon.

Komandan Armada Kelima Scott A. Stearney kepada wartawan di Manama mengonfirmasi latihan perang tersebut. “AS dan mitra kami siap untuk memastikan kebebasan navigasi dan kebebasan arus perdagangan dimanapun hukum internasional memungkinkan,” katanya, seperti diberitakan Bloomberg, Minggu (9/9/2018).

“Sekutu AS harus siap untuk mengatasi apa pun yang mengancam kepentingan kami atau kapal kami,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Iran di Teluk Persia dan wilayah Laut Merah telah meningkatkan ketidakstabilan.

Salah satu latihan perang Angkatan Laut AS berlangsung di Djibouti, titik tercekik yang terkenal untuk pelayaran global di ujung selatan Laut Merah.

Pada awal Juli lalu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengadakan latihan militer berskala besar di Teluk Persia. IRGC mengatakan pada saat itu mengaku siap untuk mengganggu pengiriman minyak negara-negara lain melalui Selat Hormuz jika ekspor minyak Iran dihambat.

 

Sumber : Reuters/bloomberg

.
0Shares