Ramai-ramai Membunuh Kebenaran Bersama-sama Hidup dalam Aib

ESENSINEWS.com - Sabtu/08/09/2018
Ramai-ramai Membunuh Kebenaran Bersama-sama Hidup dalam Aib
 - ()

Oleh : Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri
(tokoh militer Indonesia).

TENTARA musuh memasuki sebuah desa . Mereka menodai kehormatan seluruh wanita di desa itu, kecuali seorang wanita yang selamat dari penodaan.

Dia melawan, membunuh dan kemudian memenggal kepala tentara yang akan menodainya.

Ketika seluruh tentara sudah pergi meninggalkan desa itu, para wanita malang semuanya keluar dengan busana compang-camping, meraung, menangis dan meratap, kecuali satu orang wanita tadi.

Dia keluar dari rumahnya dengan busana rapat dan bersimbah darah sambil menenteng kepala tentara itu dengan tangan kirinya.

Para wanita bertanya : Bagaimana engkau bisa melakukan hal itu dan selamat dari bencana ini?

Ia menjawab : Bagiku hanya ada satu jalan keluar. Berjuang membela diri atau mati dalam menjaga kehormatan.

Para wanita mengaguminya, namun kemudian rasa was-was merambat dalam benak mereka. Bagaimana nanti jika para suami menyalahkan mereka gara-gara tahu ada contoh wanita pemberani ini.

Mereka kawatir sang suami akan bertanya, Mengapa kalian tidak membela diri seperti wanita itu, bukankah lebih baik mati dari pada ternoda ..?

Kekaguman pun berubah menjadi ketakutan yang memuncak. Bawah sadar ketakutan para wanita itu seperti mendapat komando.

Mereka beramai-ramai menyerang wanita pemberani itu dan akhirnya membunuhnya.
Ya, membunuh kebenaran agar mereka dapat bertahan hidup dalam aib, dalam kelemahan, dalam fatamorgana bersama.

Beginilah keadaan di negeri kita saat ini, orang-orang yang terlanjur rusak. Mereka mencela, mengucilkan, menyerang dan bahkan membunuh eksistensi orang-orang yang masih konsisten menegakkan kebenaran, agar kehidupan mereka tetap terlihat berjalan baik.

Walau sesungguhnya penuh aib, dosa, kepalsuan, pengkhianatan, ketidak berdayaan, dan menuju pada kehancuran yang nyata.

Sebelum terlambat, pastikan kita berani berpihak kepada *KEBENARAN*

Tinggalkan Komentar

Kolom

Mungkin Anda melewatkan ini

Mileneal Bukan Cuma Jaket, Sepatu Sneaker tapi Inovasi dan Kreatif

Mileneal Bukan Cuma Jaket, Sepatu Sneaker tapi Inovasi dan Kreatif

Gibran : Dinasti Politik atau Nepotisme Politik?

Gibran : Dinasti Politik atau Nepotisme Politik?

Kegagalan Salim Segaf dan Ustaz Somad Sebagai Cawapres akan Dibahas Ijtimak Ulama II

Kegagalan Salim Segaf dan Ustaz Somad Sebagai Cawapres akan Dibahas Ijtimak Ulama II

Heboh! Foto Pelesiran Setnov Beredar

Heboh! Foto Pelesiran Setnov Beredar

Pendidikan Pancasila Dihilangkan, Bamsoet Minta Pemerintah Revisi PP No. 57 Tahun 2021

Pendidikan Pancasila Dihilangkan, Bamsoet Minta Pemerintah Revisi PP No. 57 Tahun 2021

Tag

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya