KPK Didesak Periksa Menhub Terkait Dugaan Korupsi PT Jakpro Senilai Rp68 Miliar

Esensinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membuka kembali kasus dugaan korupsi di PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang diduga melibatkan Budi Karya Sumadi yang kini Menteri Perhubungan. Budi adalah mantan Direktur PT. Jakpro.

Kasus ini memang kasus lama yang diduga “tidur” di Kejaksaan Agung. Sebelumnya KPK diminta menyupervisi Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menyelidiki dan menyidik kasus dugaan korupsi di PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Pasalnya pengusutan kasus tersebut tidak berjalan karena diduga ada pihak tertentu yang mengintervensi Kejagung.

Sumber media ini di KPK mengatakan, pihaknya akan membuka kasus yang merugikan negara puluhan miliar ini. “Kasus itu jadi atensi kami,” kata sumber.

Namun ketika ditanya keterlibatan Budi Karya Sumadi, sumber belum mau buka kartu. “Kita ikuti hasil penyelidikan,” kata sumber.

Dikutip dari Suara Pembaruan, anggota Komisi II DPR, Henry Yosodiningrat, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (07/7/2018).

Henry meragukan komitmen Jaksa Agung dalam pemberantasan korupsi yang diduga kuat ada pihak ketiga yang melakukan intervensi untuk mengerem proses penyidikan yang dilakukan Kejagung. “Seharusnya JA menyikat semua yang terlibat dalam kasus ini termasuk tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Hendry.

Henry juga mempertanyakan pernyataan Jaksa Agung Prasetyo yang mengatakan banyak pihak yang berkepentingan dalam kasus dugaan korupsi di PT Jakpro. Menurutnya seharusnya yang berkepentingan Pempro DKI karena asetnya dijual tanpa seizin Gubernur DKI dan DPRD.

Sebelumnya Jaksa Agung, HM Prasetyo mengaku, kasus dugaan korupsi pengelolaan lahan PT Jakpro, perusahaan BUMD DKI yang sudah menetapkan tiga orang tersangka banyak kepentingan dari berbagai pihak. Selain pemerintah Pemprov DKI, ada juga pihak ketiga.

“Itu terkait itu ada banyak kepentingan, ada terkait kepentngan pemerintah provinsi, ada juga pihak ketiga. Kita akan urai satu persatu siapa siapa yang pantas dinilai dimintai tanggung jawab kalau memang ada indikasi korupsi,” kata Prasetyo di Kejagung, Jakarta, Jumat (3/7).

Menurut Jaksa Agung, penanganan kasus yang merugikan negara sekitar Rp 68 miliar itu masih dalam penelusuran. Dia menjelaskan, kasus korupsi ini sifatnya white crime yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kewenangan, kemampuan, kekuasaan dan mempunya kepandaian. Sebab itu pihaknya harus berhati-hati, kendati proses kasus ini sudah mengendap sekitar 3 tahun di jaksa penyidik gedung bundar.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, ada ketidakberesan dalam salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakpro.

Basuki telah melaporkan kejanggalan tersebut ke Kejagung menyusul ada temuan berupa aset PT Jakpro yang dijual. Mantan Bupati Belitung Timur ini juga sudah memberikan data ke Indonesia Corruption Watch (ICW).

Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadikan mantan Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro), I Gede Suwena sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pelepasan tanah di Pluit, Jakarta Utara tahun 2012 senilai Rp 68 miliar.

“Sudah beberapa hari yang lalu ditingkatkan ke penyidikan,” kata Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Khusus (Jampidsus) Sarjono Turin, di Jakarta, Selasa (23/9).

Kendati menyebut terbuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam perkara tersebut, namun Turin belum dapat membeberkan kapan pihaknya mengagendakan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

Menurutnya, pelepasan tanah seluas 5000 meter tersebut menyalahi ketentuan, karena dilepas tanpa izin dari DPRD dan Gubernur DKI pada saat itu, Fauzi Bowo.

“Pengelolaannya didelegasikan ke tangan PT Jakpro. Tetapi kalau pelepasan tanah harus atas izin DPRD dan Gubernur DKI. Apalagi pelepasan tanah itu dilakukan di bawah nilai pasaran,” ujarnya.

Sumber: Suara Pembaruan

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Program Bedah Rumah Polres Tangsel, Ibu Mamah : Alhamdulilah Rumah Saya Sudah Layak Dihuni"

Kam Sep 6 , 2018
Esensinews.com – Pemilk rumah Ibu Mamah (56) yang berada di Kp Pugur Desa, Pagedangan merasakan kebahagiannya yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, karena kondisi rumahnya saat ini sudah rampung dibedah oleh Jajaran Polres Kota Tangerang Selatan, Polsek Pagedangan. Bahagia dan terharu dari wajah tuanya ketika para tukang sedang menyelesaikan pekerjaan […]