Garut Hasilkan Tembakau Kelas Dunia

Esensinews.com – Kecamatan Tarogong Kaler merupakan desa penghasil tembakau terluas di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Luasnya mencapai hampir 1.000 hektare. Mulai dari Desa Rancabango hingga Panjiwangi.

Jenis tembakau yang tumbuh juga merupakan varietas unggulan. Salah satunya adalah jenis darwati yang telah dipasarkan ke mancanegara, seperti Jerman, Belanda, Prancis hingga Swiss.

Khusus di daerah kami, varientas darwati adalah varietas unggul lokal yang telah dipasarkan hingga pasar Jerman, Prancis, Belanda dan Swiss. Sementara tembakau hitam menembus pasar Thailand, Malaysia dan Singapura,” kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, Kabupaten Garut, Idin Suhanda seperti dikutip dari Sindoenews, Senin (3/9/2018).

Kualitasnya yang unggul itu pula, kata Idin membuat tembakau di daerahnya juga diburu pasar interlokal. Ketika panen, para membeli yang berasal dari Temanggung, Wonosobo, dan Magelang datang beramai-ramai untuk membeli.

Menurut Didin–panggilan akrabnya–para pembeli itu bisa menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk membeli tembakau. Mereka cukup menghabiskan uang tersebut dalam satu hari.

Tahun ini, ungkap Didin, harga tembakau basah mencapai Rp6.000 per kilogram. Biasanya dari satu hektare perkembunan tembakau menghasilkan 13 ton tembakau. Jadi satu hektarnya bisa menghasilkan sekitar Rp60 juta.

“Jadi bagi petani, hasilnya cukup menggiurkan. Dari modal Rp20 juta untuk satu hektare bisa menghasilkan Rp60 juta,” tambahnya.

“Jadi bagi petani, hasilnya cukup menggiurkan. Dari modal Rp20 juta untuk satu hektare bisa menghasilkan Rp60 juta,” tambahnya.

Bagi Didin, tembakau merupakan anugerah Tuhan untuk daerah mereka. Karena tidak semua wilayah di Kabupaten Garut bisa menghasilkan tembakau dengan kualitas yang baik.

“Hampir semua tempat di Garut bisa ditanami tembakau. Namun hasilnya belum tentu bagus. Karena tembakau hanya bisa ditanam di ketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Itu pun dalam lokasi tertentu”.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menuturkan, saat ini mereka berusaha mendorong para petani untuk menghasilkan kualitas tembakau yang baik. Diantaranya melakukan pembinaan kepada petani tembakau.

Kami membina mereka agar memiliki keterampilan bertani, bagaimana petani memperoleh bibit yang bagus dan bagaimana memberikan pupuk yang tepat,” kata Helmi.

Selain itu, tambahnya, mereka juga memberikan bibit tembakau kepada petani. Kemudian agar pengolahan hasil pertaniannya lancar, mereka juga memberikan bantuan berupa pisau rajang, sasak, dan icisan.

“Targetnya bagaimana petani sejahtera. Meskipun banyak petani yang sudah sejahtera,” ungkap Helmi.

 

Editor : Edi
0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Foto Syur, Bikin Wawali Bandar Lampung dan Ketua DPRD Cek-cok

Sen Sep 3 , 2018
Esensinews.com – Cek-cok antara Wakil Walikota Bandarlampung Yusuf Kohar, dengan Ketua DPRD Kota Bandarlampung H. Wiyadi, di Cafe Hotel Amelia Bandarlampung, Sabtu malam (1/9)2018), diduga selisih paham masalah lain. Disinyalir agenda lain yang sedang dibahas oleh Wiyadi adalah terkait kode etik oknum anggota dewan yang foto syurnya bersama wanita beredar di […]