AS Kwatir Iran Kirim Rudal-rudal ke Irak

Esensinews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menyatakan, dia benar-benar khawatir dengan laporan Iran telah mengirimkan rudal ke Irak. Pompeo menyebut, jika laporan ini benar, maka hal ini adalah pelanggaran terhadap kedaulatan Irak.

Iran dilaporkan mengirimkan rudal Zelzal, Fateh-110 dan Zolfaqar yang misterius memiliki jangkauan sekitar 200 km hingga 700 km ke Irak. Ini menempatkan Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, atau Ibu Kota Israel Tel Aviv dalam jarak tembak jika senjata-senjata itu dikerahkan di Irak selatan atau barat.

“Saya Sangat prihatin dengan laporan Iran yang mengirim rudal balistik ke Irak. Jika benar, ini akan menjadi pelanggaran berat terhadap kedaulatan Irak dan resolusi Dewan Keamann (DK) PBB 2231. Baghdad harus menentukan apa yang terjadi di Irak, bukan Teheran,” kata Pompeo, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (2/9).

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert menyatakan Pompeo telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Irak, Haider el-Abadi mengenai hal ini.

Iran sendiri sebelumnya telah membantu telah mengirimkan rudal ke Irak. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menyebut hal itu adalah tuduhan palsu dan tidak masuk akal.

“Kebohongan yang disebarkan oleh beberapa media tentang pengiriman rudal buatan Iran ke Irak benar-benar tidak relevan dan tidak berdasar,Berita seperti itu semata-mata untuk menyebabkan kepanikan di antara negara-negara di kawasan dan sejalan dengan kebijakan mereka untuk menyebarkan Iranophobia. Mereka tampaknya ingin hubungan luar negeri Iran yang parah terutama dengan tetangganya,” ucapnya.

 

Berbagai sumber

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Theresa May Tegaskan tak Ada Lagi Referendum Brexit Kedua bagi Inggris

Sen Sep 3 , 2018
Esensinews.com – Perdana Menteri Inggris, Theresa May menegaskan bahwa tidak akan adan referendum Brexit yang kedua. Rerefendum Brexit pertama memutuskan bahwa Inggris akan keluar Uni Eropa (UE) pada tahun 2019 mendatang. Dalam sebuah tulisan yang diterbitkan Daily Telegraph, May menuturkan bahwa digelarnya Brexit kedua akan menjadi pengkhianatan besar terhadap demokrasi […]