Dua Desa di NTT Baku Hantam, 2 Orang Tewas dan 9 Terluka

Esensinews.com – Bentrokan antar warga dua desa di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berlangsung selama dua hari, menyebabkan dua orang tewas dan sembilan lainnya terluka.

Kasubag Humas Polres Kupang Iptu Simon Seran mengatakan, dua desa yang terlibat bentrok yakni Tanah Merah dan Oebelo.

“Bentrokan pertama terjadi pada Kamis (23/8/2018), menyebabkan satu orang asal Desa Oebelo meninggal dunia dan delapan orang terluka,” ungkap Simon kepada Kompas.com, Sabtu (25/8/2018).

Delapan orang yang terluka itu, lanjut Simon, empat orang dari Desa Tanah Merah dan empat lainnya dari Desa Oebelo.

Sedangkan bentrokan kedua, terjadi pada Jumat (24/8/2018) kemarin. Akibat bentrokan itu, seorang warga Desa Tanah Merah meninggal dunia dan seorang lainnya terluka parah.

Korban tewas diketahui bernama Kamarudin (60) warga Dusun IV, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah. Sedangkan korban luka berat diketahui bernama Baltasar Ndun (60).

“Korban yang meninggal, mengalami luka bacok pada kepala bagian kiri, tangan dan punggung belakang. Sedangkan korban yang luka berat, mengalami luka bacok pada punggung bagian belakang,” ungkap Simon.

Kejadian itu, lanjut Simon, bermula ketika warga Perumahan 40 Desa Oebelo melakukan penyerangan terhadap warga Tanah Merah.

Pada saat menuju Desa Tanah Merah, warga Perumahan 40 bertemu dengan dua orang korban dan tiga orang warga Desa Tanah Merah lainnya, yang sedang memotong kayu pohon duri.

Melihat itu, warga Perumahan 40, langsung menyerang mereka. Tiga orang warga Tanah merah lainnya berhasil melarikan diri, sedangkan kedua korban terkepung sehingga langsung dianiaya.

Usai menganiaya kedua korban, warga Perumahan 40 kemudian kembali ke kampung mereka, sedangkan dua korban kemudian dievakuasi oleh aparat keamanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kupang.

Peristiwa penyerangan itu lanjut Simon, merupakan buntut dari aksi bentrokan antara kedua warga yang terjadi Kamis (23/8/2018) kemarin, yang menyebabkan seorang pemuda tewas dan delapan orang terluka.

“Situasi terakhir hingga pukul 10.00 Wita pagi tadi, masih terpantau aman dan kondusif. Namun kita masih siaga di lokasi kejadian. Saat ini aparat Polres Kupang dibantu oleh Polda NTT, Brimob dan TNI masih berjaga di lokasi,”imbuhnya.

 

Sumber : Kompas.com

 

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Refly Harun Pastikan Jalan Tol Manado-Bitung Berikan Dampak Positif Untuk Pertumbuhan Ekonomi

Sab Agu 25 , 2018
Esensinews.com — Pada kunjungan kerjanya di Proyek Jalan Tol Manado-Bitung, Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Refly Harun menekankan pentingnya peran Jalan Tol Manado-Bitung dalam memangkas waktu tempuh kota Manado ke Kota Bitung atau sebaliknya. Lokasi strategis pembangunan jalan tol yang dioperasikan oleh anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga […]