Trimen Harefa Sebut Kapolrestabes Medan Keliru dan Arogan

Esensinews.com – Pernyataan Kapolrestabes Medan disalah satu media online, membuat masyarakat Kepulauan Nias geram. Yang saat ini, stigma negatif Nias sudah dikalaim sebagai daerah buangan bagi polisi yang bermasalah, Selasa (21/08/2019).

Hal tersebut ditanggapi salah seorang pemuda Nias yang sekaligus sebagai Advokat Muda, Trimen Harefa, ketika ditemui awak media ditempat kerjanya, Selasa (21/8/2018).

Trimen menyampaikan, Pernyataan Kapolresta Medan Kombes Pol Dadang yang menyebutkan Personel Satreskrim yang mencoba-coba menodai predikat baik akan dipindahkan ke-Nias, kalau perlu diajukan PTDH adalah sebuah pernyataan yang keliru dan arogan. “Jelas hal ini sebuah pernyataan yang bermuatan penghinaan dan merendahkan derajat masyarakat Nias secara tidak langsung,” Kata Trimen

Menurutnya, Seyogianya sebagai pimpinan, Pak Dadang bertutur kata yang baik dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di Sumatera Utara khususnya Medan.

“Bagi kami Pemuda Nias tidak penting profil Pak Dadang dari Mabes Polri, yang penting saat ini beliau bisa bersikap layaknya seorang pemimpin, mampu mengintegrasikan segala perbedaan dalam tatanan sosial kemasyarakan yang majemuk saat ini,” ujar advokat muda itu.

Dikatakan Trimen, pernyataan ini juga terkesan merendahkan dan menghina kualitas Sat Reskrim Polres Nias dan Polres Nias Selatan saat ini, mengingat hanya ada dua Polres di Pulau Nias.

“Kita tidak tahu, siapa yang dimaksud Pak Dadang yang telah dipindahkan karena kinerja buruk. Namun, penilaian kami selama ini sebagai mitra kerja dari 2 (dua) Polres ini sudah cukup baik dan dibalik itu kita tidak menyangka jika dimata Kapolrestabes Medan, Polres Nias dan Polres Nias Selatan adalah tempat pembuangan personil dengan kinerja buruk,” paparnya Trimen dengan nada kesal.

Trimen berharap, semoga bapak Kapolrestabes Medan segera meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya yang kontroversi ini, sebelum komunitas-komunitas pemuda Nias di Medan dan ditempat-tempat lain melakukan aksi. Kita tahu sendiri saat ini kita sedang menyatukan semangat melawan ujaran kebencian terhadap suku, agama dan ras.

“Teruntuk untuk Kapolda Sumatera Utara yang baru, hal ini sudah dua kali terjadi ujaran yang mendiskreditkan wilayah kepulauan Nias, oleh karenannya patut dan layak Bapak Kapolda Sumut memanggil Bapak Kapolrestabes Medan untuk diarahkan dan dilakukan pembinaan sesuai dengan tata cara yang berlaku pada institusi Kepolsian,” tandasnya mengakhiri.

 

Editor : NT

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *