Pengamat: KPK Diintervensi di Kasus “Kardus Durian” Cak Imin

Esensinews.com  – Pengamat politik Muslim Arbi menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat intervensi dalam mengusut perkara suap di lingkungan Kemenakertrans atau yang lebih dikenal dengan kasus “kardus durian”.

Indikasi tekanan tersebut terungkap dari pengakuan Mahfud MD di acara Indonesia Lawyers  Club (ILC) (14/8/2018).

Dalam acara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengatakan bahwa Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj meminta dirinya menyelamatkan seorang menteri yang terlibat dalam kasus korupsi itu.

“Pernyataan Mahfud MD yang diminta menyelamatkan menteri dari NU dalam kasus ‘kardus durian’ harus diproses. Jika sampai tidak diproses, ini menandakan KPK tidak independen,” kata Muslim, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, jika kasus itu tidak didiamkan justru akan menjadi menuai tanda tanya besar. KPK akan dinilai tebang pilih dalam penegakan hukum kasus korupsi.

Muslim menilai, dari kesaksian Mahfud MD itu juga dapat disimpulkan KPK bisa diintervensi oleh kekuasaan. 

“Dari pernyataan Mahfud itu, dan faktanya mantan menteri tersebut tidak jadi tersangka, membuktikan KPK bisa diintervensi,” kata Muslim Arbi.

Di sisi lain, kata Muslim, Mahfud MD yang mengaku tahu persis soal kasus tersebut, mestinya juga harus segera melaporkan kasus Kardus Durian itu KPK. 

“Mahfud sebagai pegiat antikorupsi harusnya segera melaporkan ke KPK. Siapa menteri yang terlibat kasus kardus durian itu? Kenapa Mahfud diam, padahal ngakunya punya data,” jelas Muslim.

Tak hanya itu, Muslim mengingatkan, KPK juga harus bernyali memanggil menteri yang terlibat dalam kasus kardus durian itu. 

“Kalau tidak, citra KPK makin buruk,” pungkas Muslim mengingatkan. 

Sebelumnya, sejumlah advokat alumni Universitas Islam Indonesia (UII) mendesak Mahfud MD mengungkap kasus korupsi yang diduga dilakukan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). 

Seperti testimoninya di salah satu acara televisi yang menyebut mantan menteri tersebut terlibat kasus korupsi “kardus durian” di lingkungan Kemenakertrans.

“Kami mendukung Pak Mahfud mengungkap nama-nama yang disebut itu. Kami juga memiliki dokumennya. Silakan buka dan kami akan back-up,” kata Kordinator Advokat UII, Ari Yusuf Amir, seperti dikutip politiktoday 0(16/8/2018).

“Kasus menteri terseret kasus kardus duren. Saya ingat, ketika waktu di berada di Mekkah, pagi-pagi subuh, Pak Aqil Siroj menelepon saya dan berbicara: ‘Pak Mahfud tolong, sesama kader NU tolong ini diselamatkan, nanti NU bisa rusak ini kalau kena’,” kata Mahfud MD ketika berbicara di ILC (14/8/2018).

 

Sumber : Politiktoday.com

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rommy : Kerja Nyata Lebih Baik, Dibanding Retorika

Ming Agu 19 , 2018
Esensinews.com – Saat berbicara pada deklarasi sarung Jokowi di Gedung Joang 46 Menteng, Minggu (19/8/2018), Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Rommy) mengatakan penting mengapa sarung Jokowi di deklarasikan, pasalnya dalam islam kekuasaan untuk menjaga agama. Kerena itu memastikan pemimpin yang  dipilih dan menjaga agama dan mensiasati dunia yang banyak tsnyanhganya. […]