Miris ! “Sogok” Uang, Sandiaga Uno “Dilabeli” Santri oleh PKS !

Tuhan sendiri yang membuka “kedok” Sandiaga Uno dan PKS yang mengklaim dirinya sebagai partai agamis (dakwah) tapi kelakuannya tidak sesuai dengan agama.

Umat dan rakyat Indonesia sudah bisa menilai sendiri siapa Sandiaga Uno dan siapa sebenarnya PKS dari kasus “sogokan” uang 1 triliun dari Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN masing-masing Rp 500 miliar.

Katanya Prabowo calon Presiden pembela agama, dekat dengan ulama tapi mana buktinya ?

Hasil ijtimak Ulama yang meminta Prabowo untuk memilih Abdul Somad dan Salim Segaf Jufri saja gak dipedulikan sehingga Ulama tersebut menyindir keras Prabowo dengan mengatakan bahwa Ulama hanya dimanfaatkan untuk dorong mobil mogok, setelah mobil bisa jalan, Ulama malah ditinggalkan seperti yang sudah penulis bahas dalam

Jadi, masih percaya jika Prabowo PEDULI pada Ulama ?

Atau Prabowo hanya “MEMANFAATKAN” Uama ?

Yang lebih miris lagi adalah Sandiaga Uno yang sudah NGAKU sendiri bahwa dia “menyogok” uang Rp 500 miliar kepada PKS dan PAN seperti yang dilansir dalam situs http://jateng.tribunnews.com/2018/08/12/sandiaga-uno-akui-adanya-pemberian-mahar-rp-1-triliun-pada-pan-dan-pks

Jadi, masih percaya jika Prabowo PEDULI pada Ulama ?

Atau Prabowo hanya “MEMANFAATKAN” Uama ?

Yang lebih miris lagi adalah Sandiaga Uno yang sudah NGAKU sendiri bahwa dia “menyogok” uang 500 miliar kepada PKS dan PAN seperti yang dilansir dalam situs http://jateng.tribunnews.com/2018/08/12/sandiaga-uno-akui-adanya-pemberian-mahar-rp-1-triliun-pada-pan-dan-pks

Sudah NGAKU sendiri “menyogok” PKS dan PAN agar namanya jadi Cawapres Prabowo, malah “dicap” santri *post islamisme” oleh PKS !

Begitu mudah kata santri disematkan pada Sandiaga Uno, padahal yang namanya santri itu biasanya mondok di pondok pesantren bukan mendadak jadi santri karena “sogokan” uang 500 miliar !

Dari sini kita bisa menilai betapa uang “sogokan” bisa membuat seseorang diubah menjadi apapun yang dia mau !

Inikah kekuatan uang “sogokan” yang bisa membuat orang lain “buta” mata hatinya ?

Dari kasus uang “sogokan” ini, umat dan rakyat Indonesia akhirnya tahu siapa sebenarnya PKS yang katanya partai Islam (dakwah)…

Sebenarnya penulis tidak heran juga melihat sikap PKS yang begitu mudah “melabeli” Sandiaga Uno sebagai santri post islamisme, penulis juga masih ingat bagaimana orang KPK juga heran dengan kelakuan orang PKS yang “melabeli” koruptor dengan kata ustadz seperti yang diansir dalam situs http://m.merdeka.com/peristiwa/busyro-sentil-luthfi-hasan-dipanggil-ustaz-tapi-korupsi.html

Jadi sudah kelihatan “kualitas” orang PKS yang katanya partai dakwah ???

Koruptor saja bisa jadi ustad dalam PKS jadi jangan heran jika Sandiaga Uno bisa jadi santri dalam PKS !

Hanya dengan uang “sogokan” Rp 500 miliar, Sandiaga Uno yang bukan lulusan pesantren jadi “dilabeli” santri oleh PKS.

Itulah dahsyatnya uang “sogokan”, karena bisa membuat seseorang menjadi apapun yang dia mau, dan apapun panggilannya…

Sebenarnya penulis tidak heran jika Prabowo memilih Sandiaga Uno, toh Prabowo sendiri pernah mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan Cawapres yang punya uang seperti yang diberitakan dalam https://m.liputan6.com/pilpres/read/3613931/fadli-zon-logistik-penting-prabowo-pertimbangkan-cawapres-punya-dana

Jadi, ucapan Prabowo yang bertanya ente punya duti berapa dalam cuplikan video beberapa waktu yang lalu, sudah terbukti !

Simak cuplikan video ucapan Prabowo tersebut di https://youtu.be/UCGFWgXBsQw

Jadi, Maaf saja jika Prabowo tidak memilih hasil ijtimak Ulama sebagai Cawapresnya.

It is all about money

rakyat tetapi yang dipilih adalah Sandiaga Uno yang terbukti “menyogok” uang 1 trilium, masing-masing 500 miliar kepada PKS dan PAN agar menjadi Cawapres Prabowo !

Silahkan saja, PKS dan PAN mencoba menutupi hal ini dengan berbagai alasan, toh Sandiaga Uno sendiri sudah mengkui bahwa dia “menyogok” uang kepada PKS dan PAN masing-masing 500 miliar.

Wasekjen partai Demokrat Andi Arief yang merupakan koalisinya sendiri (orang dalam koalisi) yang membongkar uang “sogokan” dari Sandiaga Uno ini pertama kali dan Andi Arief tidak akan minta maaf dalam kasus ini, bahkan Andi Arief meminta PKS dan PAN bercermin !

“Soal mahar, entah dalam bentuk penaklukan atau kampanye, sudah diakui Sandi Uno,” ujar Andi Arief.

“Pimpinan PAN dan PKS yang telah menghujat saya tak perlu minta maaf pada saya, tapi saya anjurkan lihat muka di cermin,” ucap Andi seperti yang dimuat dalam situs https://m.detik.com/news/berita/4162271/andi-arief-sandi-akui-soal-rp-500-m-pan-pks-tak-perlu-minta-maaf

Setelah kasus uang ‘sogokan” dari Sandiaga Uno sebesar 1 triliun, masing-masing 500 miliar kepada PKS dan PAN…

Jadi, masihkah umat dan rakyat Indonesia percaya pada PKS dan PAN ?

Lalu, pantaskah orang seperti Sandiaga Uno yang “menghalalkan” segala cara bahkan dengan melakukan “sogokan” uang dipilih sebagai pemimpin ???

Bagaimana nasib masa depan Indonesia jika calonnya seperti Sandiaga Uno yang belum kampanye aja sudah melakukan “sogokan” uang demi ambisi pribadinya sebagai Cawapres ???

Mari kita berlogika sederhana…

Apakah mungkin Sandiaga Uno begitu saja rela “menyogok” PKS dan PAN dengan uang 1 triliun tanpa mengharapkan imbalan ???

Logika sajalah, uang 1 triliun itu bukan jumlah yang kecil !

Mungkin pembaca akan bertanya-tanya, apa yang bisa dilakukan dengan uang sebanyak 1 triliun ?

Penulis jadi ingat pernyataan Ibu Sri Mulyani bahwa dengan pajak yang diterima oleh pemerintah yang berjumlah sebesar 1 triliun, maka :

  1. Uang bisa dipakai untuk membangun jembatan 3.500 meter atau membuat 155 km jalan raya atau setara dengan membangun 2.000-3.000 untuk rumah susun atau bisa juga untuk mencetak 20.000 hektar sawah dan beli benih padi untuk petani.

  2. Bisa juga dipakai untuk membayar gaji 10.000 personel Polri selama satu tahun atau dipakai untuk mensubsidi 729.000 keluarga miskin dalam bentuk beras.

  3. Bisa juga dipakai untuk membantu 554 UKM mendapatkan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk bantuan sosial 2,6 juta masyarakat dapat akses kesehatan. Sebanyak 1,22 juta siswa SD bisa dapat beasiswa atau 1 juta siswa meneruskan ke SMA supaya tidak putus sekolah seperti yang dilansir dalam situs https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-3356527/setoran-pajak-rp-1-triliun-bisa-dipakai-buat-apa-ini-kata-sri-mulyani

Jadi uang 1 triliun itu sangat besar manfaatnya bila dipakai untuk membangun infrastruktur, membiayai gaji pegawai negara, membantu petani, rakyat miskin, anak putus sekolah bahkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui kredit usaha, tapi mirisnya Sandiaga Uno malah memberikannya kepada PKS dan PAN dan secara gratis ???

Jadi, masih percaya pada Sandiaga Uno yang sekarang menjadi Cawapres Prabowo yang katanya ingin berjuang demi rakyat ???

Silahkan umat dan rakyat Indonesia untuk menilainya sendiri…

Wassalam,

Nafys

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *