Breaking News

Konflik AS-Turki, Lira Anjlok 4%

Esensinews.com – Kembali mata uang lira Turki anjlok ke titik nadir. Gejolak itu terjadi lantaran perseteruan Turki dan Amerika Serikat (AS).

Buntut panasnya hubungan kedua negara ini, lantaran salah satu pendeta AS Andrew Brunson ditolak pengadilan Turki untuk dibebaskan setelah ditahan di Turki. Mata uang Turki, lira pun terkena dampaknya.

Nilai tukar lira pada Jumat terpuruk 4% terhadap dolar AS setelah pengadilan Turki menolak permohonan pendeta Amerika untuk dibebaskan. Padahal, nilai tukar lira sendiri telah anjlok hingga 40% pada tahun ini.

Sebenarnya nilai tukar lira tercatat berada di level 6,04 terhadap dolar, atau melemah 4% pada Jumat sore. Bahkan pada sesi sebelumya lira turun sebanyak 7%.

Akibatnya bursa saham goyang, kondisi itu memicu aksi jual dolar di negara tersebut. Masalah ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi Turki, karena ketergantungan terhadap impor energi dan sektor perbankan dampak dari utang dalam mata uang asing.

“Mereka seharusnya mengembalikannya (Andrew Brunson) sejak lama, dan Tindakan Turki (yang tak mau membebaskan) menurut saya sangat buruk,” kata Presiden Trump dilansir dari CNBC, Sabtu (18/8/2018).

Komentar Trump tersebut dilontarkan setelah pengadilan Turki menolak banding untuk membebaskan Andrew Brunson. Brunson sendiri ditahan atas tuduhan terorisme.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada Trump dalam pertemuan kabinet bahwa mereka siap memberikan sanksi lebih banyak jika Andrew Brunson tidak dibebaskan.

Sebelumnya, Trump melalui akun Twitternya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membayar apapun untuk membebaskan pendeta asal AS yang ditahan di Turki, Andrew Brunson. Trump justru semakin menebar ancamannya.

“Turki telah mengambil keuntungan dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Mereka sekarang menahan Pendeta Kristen kita yang luar biasa, yang sekarang harus saya tanyakan untuk mewakili Negara kita sebagai sandera patriot yang hebat. Kami tidak akan membayar apapun untuk membebaskan orang yang tidak bersalah,” ucap presiden Trump.

 

Edtor : Divon

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *