Presiden Jokowi Tolong Perhatikanlah Kami di Nias

Ditengah keterbatasan serba minimalnya fasilitas ditengah-tengah masyarakat Desa Siwawo  Kabupaten Nias Utara, dimulai dari infrastruktur yang pembangunannya asal-asalan, rumah sakit yang hingga saat ini belum ada hingga tidak heran bila ada yang sakit di Desa Siwawo ini hanya pasrah dan menerima kenyataan pahit karena tidak sedikit masyarakat meninggal sia sia bahkan ditengah jalan menuju puskesmas yang jaraknya memakan waktu kurang lebih 4 jam jalan kaki,minimnya pelayanan kesehatan yang membantu masyarakat setempat.

Masyarakat Desa Siwawo sangat prihatin nasib mereka dengan kenyataan pahit tersebut, ditambahnya fasilitas dan jaringan komunikasi sebagai pendukung informasi masyarakat juga nyaris tidak terlirik oleh pemerintah daerah kabupaten Nias Utara, justru pihak-pihak pemerintah terkait hanya bungkam seakan tidak peduli tanpa perjuangan untuk kepentingan masyarakat setempat, padahal sumber ekonomi masyarakat bisa dikatakan sangat menjanjikan bilamana insfratruktur dan fasilitas lainnya dapat diprioritaskan oleh pemerintah setempat dan dibantu oleh pemerintah provinsi dan pusat.

Ditengah kunjungan keluarga, salah satu masyarakat yang sudah lama domisili diluar desa ini bernama Yanura Hulu,merasa peduli dengan keadaan desanya yang sungguh memperihatinkan tersebut,beliau memanfaatkan kunjungan keluarga dengan menelusuri jalan Desa hingga menggali informasi yang akurat dari beberapa masyarakat untuk dilanjutkan ke redaksi gemantaranews hingga menyimpulkan bahwa semua masyarakat Desa Siwawo mengeluh dan nyaris putus asa kepada kinerja pemerintah daerah yang hanya sibuk tidak tentu arah,kami mengharapkan pemerintah daerah dan pusat dapat memperhatikan keadaan kami dan anak cucu kami sebagai bagian pemilik hak kemerdekaan dalam wilayah kedaulatan (NKRI) keluh salah satu masyarakat (Ina Nita Gulo)

Tidak berhenti disini, Yanura Hulu sebagai salah satu tokoh pemuda Desa Siwawo yang lahir 21 January 1977 ini melanjutkan penelusuran di bidang pendidikan yang mana di SDN Hiligara Siwawo dan lagi-lagi membuat bulu kuduk berdiri dikarenakan bertepatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 ini dengan keterbatasan rumah Sekolah yang tidak layak karena atap bocor, bangku dan dinding rapuh bagai kerupuk tidak menyurutkan semangat anak anak Desa Siwawo menyanyikan lagu Indonesia raya dan bertekad bahwa “Sekali Merdeka Tetap Mereka” begitulah teriakan anak desa semangat serentak dengan penuh harapan.

Seusai acara HUT RI ke-73 di SDN Hiligara Siwawo Yanura sebagai pemuda pemerhati kampung halaman tersebut mencoba mewawancarai seorang anak SDN.Hiligara Siwawo tersebut dia bernama samaran (Bunga) dan selain membuat pendengar merinding cewek belia cantik tersebut tidak tanggung tanggung dengan nada berani menyampaikan keluhan anak-anak desa sekaligus mewakili masyarakat Desa memohon langsung kepada Presiden Indonesia bapak Jokowi dan berikut petikannya:

Kami tidak bisa belajar bila hujan tiba,karena buku kami semua basah karena atap sekolah kami hanya beratap rumbia yang berlobang.

Dimusim hujan kami jarang sekolah karena jalan berlumpur, banjir dan membuat kami kuyup dan bak pulang kubangan,namun kami tetap merasa merdeka.

Orang tua kami rata-rata meninggal di rumah karena kepasrahan bahkan ditengah jalan, karena kami tidak memiliki rumah sakit dan fasilitas kesehatan,namun semangat kami tetap berteriak merdeka.

Maafkan saya bila lancang, mohon ampunan bila kami salah,tapi sebagai anak bangsa saya sampaikan dan mohon kepada bapak Presiden Republik Indonesia bapak Jokowi “Tolonglah Perhatikan Kami, Karena kami juga anak Negeri”

Kami tinggal di wilayah barat Indonesia
tolong juga bantu kami, seperti membantu saudara kami diwilayah matahari terbit.

 

Oleh  : Yanura Hulu.

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Joni Sang Pemanjat Bendera di Atambua Diundang Menpora

Jum Agu 17 , 2018
Esensinews.com – Seorang laki-laki bernama Johanis Adekalla alias Joni, yang memanjat tiang bendera untuk memperbaiki pengait tali yang macet saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-73 di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur diundang Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. “Saya kira enggak akan lama lah, saya akan […]