Arab Saudi Selidiki Serangan Udara Yaman yang Menewaskan 50 Orang

Esensinews.com – Koalisi yang dipimpin Arab Saudi akan menggelar penyelidikan atas serangan udara di Yaman udara pada Kamis (9/8/2018), yang mengenai sebuah bus sarat penumpang, termasuk anak-anak.

Akibat serangan tersebut menyebabkan sekitar 50 penumpang bus tewas, 29 di antaranya anak-anak. Selain itu 48 orang lainnya luka-luka, sebagian besar juga merupakan anak-anak.

“Pemimpin koalisi telah memerintahkan untuk dimulainya penyelidikan untuk menilai peristiwa itu, memperjelas perkara dan mengumumkan hasilnya sesegera mungkin,” kata pejabat senior koalisi, dikutip kantor berita negara, Saudi Press Agency.

Pengumuman yang dilakukan sehari setelah serangan tersebut, dikatakan pejabat itu setelah mendapat informasi dari media dan organisasi internasional yang bertugas di Yaman.

“Kami menerima informasi yang dilaporkan media dan organisasi internasional di Yaman, terkait operasi oleh pasukan koalisi di Saada dan sebuah bus penumpang yang terkena serangan,” lanjut pernyataan pejabat koalisi.

Sebelumnya dilaporkan, puluhan orang tewas akibat serangan koalisi pimpinan Arab Saudi yang terjadi di Pasar Dahyan, utara Saada pada Kamis pagi.

Koalisi melalui juru bicaranya Turki al-Maliki membenarkan telah melakukan serangan namun membantah jika mereka salah sasaran.

Maliki menjelaskan, klaim yang dilakukan berbagai organisasi kemanusiaan sangat menyesatkan dan menyebut target merupakan kombatan kelompok pemberontak Houthi.

Dia berkata serangan udara dilakukan karena di dalam bus itu, anggota Houthi menyimpan rudal balistik yang dipakai mengancam Saudi.

Maliki menuduh Houthi sengaja merekrut anak-anak untuk dijadikan milisi, menerjunkan mereka dalam pertempuran, dan diumpankan sebagai perisai manusia. Demikian dilaporkan AFP.

 

Berbagai sumber

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AS Naikan Tarif Impor Baja dan Aluminium, Ekonomi Turki Anjlok

Sab Agu 11 , 2018
Esensinews.com – Mata uang Turki Lira mengalami kemerosotan paling besar dalam satu dasawarsa setelah presiden Donald Trump mengumumkan Amerika akan menaikkan tarif atas impor baja dan aluminium dari negara itu. Trump mengumumkan hal itu dalam sebuah cuitan hari Jumat (10/8). “Hubungan kami dengan Turki tidak baik saat ini!,” kata Trump. […]