Rachmawati Ajukan Rizal Ramli jadi Cawapres Prabowo

Esensinews.com – Waketum Gerindra Rachmawati Soekarnoputeri di pelbagai media sudah mengajukan mantan Menko Ekuin yang juga ekonom senior Rizal Ramli menjadi cawapres Prabowo untuk Pilpres 2019. Dukungan mengalir dari budayawan Jaya  Suprana, para ulama Pesantren Pondok Gontor  dan Pesantren Tebu Ireng Gus Dur/KH Hasyim Asyari, dimana RR adalah anggota keluarga besar kedua pesantren itu.

RR sendiri mengaku, pada dirinya secara pribadi tidak pernah merasa ada dikotomi antara Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Baginya, dua institusi itu sudah merasuk menjadi satu dalam dirinya.

Demikian kata Rizal ketika ditanya oleh peneliti Jepang, Nakamura, soal kedekatannya dengan NU padahal terlahir di Padang.

“Jika Anda mengatakan saya orang Padang, kenyataannya memang saya lahir di Padang. Dan mayoritas masyarakat Padang memang Muhammadiyah. Saat saya menjadi yatim piatu di usia 6 tahun, saya diboyong nenek saya ke Bogor. Di Bogor, mayoritas adalah warga NU,” ujar Rizal Ramli kepada Nakamura di Tokyo, Jepang, seperti dilansir tribunnews.com, 3 Februari.

Nakamura adalah peneliti Muhammadiyah dari Chiba University, Jepang. Salah satu karyanya “Bulan sabit terbit di atas pohon beringin: Studi Tentang Pergerakan Muhammadiyah di Kotagede Sekitar 1910-2010.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan KH Sahal Gontor

Selain karena lingkungan masa kecil, NU juga telah menyatu dalam diri Rizal. Hal ini lantaran pria berkacamata ini memiliki sejarah panjang dalam konteks persahabatan dengan bekas Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama, (alm) KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur, yang juga Presiden RI ke-4.

Hubungan yang dekat dengan Gus Dur itu mau tidak mau di kemudian hari membawa Rizal Ramli juga berhubungan dekat dengan kaum Nahdliyin atau yang lebih dikenal dengan NU Kultural.

“Saya bersahabat dengan Gus Dur sudah lama sekali. Semasa almarhum menjadi Ketua Umum PBNU, saya sering hadir di ceramahnya,” tutur Rizal Ramli.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan gus sholah

Rizal Ramli-pun mengaku kerap berkunjung ke beberapa pesantren, seperti Tebu Ireng di Jombang, Al Hikam yang didirikan oleh almarhum KH Hasyim Muzadi di Depok, Jawa Barat.
Kemudian Pesantren Al Kharimiyah yang dipimpin oleh KH A Damanhuri di Sawangan Depok, pesantren Mambaul Hikmah yang dipimpin oleh KH Sulton di Tegal.

“Ketika saya diundang ke pertemuan alumni pesantren Tebu Ireng, ratusan alumni yang hadir dalam pertemuan itu memberikan saya gelar Gus Romli,” ungkap Rizal Ramli.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan gus sholah

Selain dengan NU, Rizal Ramli menambahkan, bahwa dirinya juga mempunyai hubungan cukup dekat dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah.

“Beberapa kali saya menghadiri pertemuan  yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah. Saya pernah menjadi saksi ahli dalam gugatan yang dilakukan oleh PP Muhammadiyah terhadap UU Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang dinilai pro pasar bebas dan asing. Gugatan itu diajukan ke Mahkamah Konstitusi dan berhasil menang,” papar izal Ramli.

 

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *