Breaking News

Asa Indonesia Masuk 5 Besar Asian Games

Oleh : Jerry Massie

Ada pesta olahraga se-Asia atau lebih dikenal dengan Asian Games tinggal beberapa hari lagi akan dihelat di Jakarta dan Palembang. Sejarah mencatat Indonesia pernah masuk peringkat kedua saat menjadi tuan rumah pada Asian Games ke-4 tahun 1962 silam.

Dalam 17 kali pergelaran Asian Games lndonesia selalu ikut sejak pesta olahraga multicabang terakbar di Asia itu pertama kali diadakan di New Delhi, India. Memang setiap kali Asian Games, hanya tiga negara ini yang kerap menguasai yakni, China, Jepang dan Korea Selatan.

Sedangkan, Indonesia belum pernah menjadi juara umum. Komite Olimpiade Nasional melaporkan ari 45 negara yang berpartisipasi sepanjang sejarah, 43 negara telah memenangkan setidaknya satu medali dalam kompetisi. Sedangkan tiga negara ini, Bhutan, Maladewa, dan Timor Leste belum pernah memenangkan satu medali pun.

Berikut adalah negara yang meraih medali terbanyak sepanjang masa untuk AG dari tahun 1952 hingga 2014. Pertama, China medali Emas1.342, Medali perak: 900 dan perunggu 653 total: 2.895. Diposisi kedua ditempati negeri Sakura Jepang  Medaki emas : 957, Medali perak: 980 medali perunggu : 913 Total: 2.850 3.Korea Selatan meraih medali emas 696, Medali perak: 606 dan medali perunggu 761 total: 2.063.

Selanjutnya diposisi keempat dan kelima dihuni Iran dan negara pecahan Uni Sovyet, Kazhasktan. Tuan rumah Indonesia sendiri sepanjang keikutsertaan di Asian Games berhasil meraih 358 medali berada dalam posisi 12 sebagai negara peraih medali terbanyak. Tim merah putih mendapatkan 60 medali emas, 95 medali perak, dan 203 medali perunggu.

Untuk Asian Games ini cabang olahraga andalan diprediksi bakal mendulang meraih medali emas terutama pada cabang unggulan yakni, Sepeda gunung, bulutangkis (2 emas), dayung tradisional, atletik, pencak silat, panahan, atletik, bowling, bridge, kano/rowing, sepeda, jetski, paragliding, panjat tebing, taekwondo, angkat besi, dan wushu.

Untuk atletik sprinter peraih emas kejuaraan dunia, Lalu Muhammad Zohri juga punya peluang merebut emas. Dia adalah penerus sprinter Poernomo dan Mardi Lestari. Pada masa jayanya, Mardi cukup disegani dan dikenal sebagai manusia tercepat se Asia karena pernah menembus semifinal (16 besar) Olimpiade Seoul 1988 dan bertanding dengan para atlet top dunia seperti pelari ternama Ben Jhonson.

Berikut ini cabang olahraga dan target medali

1. Bulu Tangkis 

Runtuhnya Cina di cabang bulutangkis memberikan keuntungan bagi kita. masih menjadi salah satu cabang unggulan bagi Indonesia. PBSI menargetkan dua emas di ajang Asian Games 2018 mendatang. 

Indonesia bisa mencuri emas pada nomor paling berpeluang masih datang dari ganda putra. Pasangan nomor peringkat pertama dunia saat ini, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo, menjadi tumpuan Indonesia.

Begitu pula nomor satu dunia di nomor ganda campuran pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi modal utama menyumbangkan emas.

Selain Marcus/Kevin dan Tontowi/Liliyana, Indonesia juga masih memiliki beberapa nama potensial lain. Pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berpeluang menjadi underdog dengan pengalaman mereka. Ada pula pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang penampilannya sedang menanjak. Apalagi, Greysia berhasil menyumbang medali emas bagi Indonesia di Asian Games Incheon 2014, bersama Nitya Krishinda Maheswari.

2. Panahan

Cabang ini sejak dulu menjadi andalan meraih medali. Di Olimpiade Seoul 1988 pun tim panahan kita pernah meraih perak. Tak muluk-muluk KONI menargetkan satu emas dari cabang panahan.

Dinomor Sejauh ini, recurve ada sejumlah nama seperti Riau Ega Agatha di putra dan Diananda Choirunisa. Keduanya menjadi tumpuan menyumbangkan emas. Selain bermain di nomor individual, Riau dan Diananda juga akan turun di nomor beregu.

3. Atletik

Hanya satu emas yang ditargetkan Indonesia dari salah satu cabang dengan nomor pertandingan terbanyak ini. Peluang emas muncul dari nomor lompat Jauh. Di nomor ini ada beberapa nama seperti Sapwaturrahman Sanapiah di putra dan Maria Londa Natalia di putri.

Sapwaturrahman merupakan atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia membuat kejutan dengan memecahkan rekor nasional lompat jauh putra di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2017 di Makassar. Ia berhasil melompat sejauh 7,90 meter. Sedangkan Mario Londa sendiri adalah peraih medali emas di Asian Games Incheon 2014 lalu.

4. Boling.

Pelatnas boling Indonesia menargetkan satu medali emas di Asian Games 2018 mendatang. Dari tiga nomor yang dipertandingkan, target emas muncul dari nomor tim. Saat ini, total ada 14 atlet dari nomor beregu di putra dan putri yang menjalani pelatnas boling di Ancol, Jakarta Utara.

5. Kano/Rowing.

Sebanyak 15 nomor pertandingan akan dipertandingkan di cabang dayung. Meski begitu, hanya satu medali emas yang ditargetkan dari cabang ini.

6. Bridge

Bridge merupakan cabang andalan Indonesia meraih medali. Padahal ini aalah satu cabang baru yang dipertandigkan di Asian Games.

Nama besar juara dunia Hengky Lasut/Eddy Manappo akan menjawab semua itu. sebanyak enam nomor yang dipertandingkan, yaitu men team, women team, mixed team, supermixed team, men pair, dan mixed pair. Indonesia menjadikan bridge sebagai salah satu cabang untuk menambah perolehan emas.

Sementara, Indonesia menargetkan  dua emas. Demi meraih target itu, cabang olahraga asah otak ini telah merekrut pelatih asing asal Polandia, Krzysztof Martens, untuk menggenjot atlet-atlet bridge yang tergabung di pelatnas. 

7. Balap Sepeda

Cabang sepeda menargetkan raihan dua emas di Asian Games 2018. Raihan positif di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, yang meraih dua emas dan perak, membuat cabang ini cukup optimistis memenuhi target. Nomor pertandingan track dan BMX menjadi adalah nomor andalan Indonesia.

PB ISSI mengatakan Indonesia memiliki banyak atlet BMX yang bagus. Nama-nama seperti Elga Kharisma, Rio Akbar, I Gusti Bagus Saputra, dan Toni Syarifudin sebenarnya bukan hanya atlet disiplin track karena disiplin mereka sebenarnya adalah BMX. Tapi, PB ISSI telah meminta mereka untuk turun pada nomor track dan BMX.

8. Jetski

Target dua emas dicabang ini bisa dicapai. Pasalnya kita punya juara Dunia 2014, Aero Sutan Aswar, menjadi andalan Indonesia untuk mendulang emas di nomor emas. Saat ini, Aswar dan saudaranya, Aqsa Aswar berlatih langsung di Amerika Serikat.

9. Paralayang

Cabang paralayang menargetkan satu medali emas di Asian Games 2018 mendatang. Nomor andalan cabang ini ada di nomor ketepatan mendapat putri. Ada nama Rika Wijayanti yang baru saja menjadi juara di ajang World Cup Seri 1 di North Cyprus, Turki, pada Februari 2018. Saat ini, Pelatnas Paralayang berlatih rutin di daerah Cisarua, Bogor.

10. Pencak Silat 

Olahraga ini adalah andalan tuan rumah. Pencak silat merupakan salah satu cabang yang baru dipertandingkan di Asian Games. Berstatus sebagai olahraga asli Indonesia, pemerintah menargetkan cabang ini menjadi salah satu lumbung medali. Catatan Indonesia di cabang ini memang cukup meyakinkan. Bisa saja Indonesia meraih 3-5 emas pada cabang ini.

Di SEA Games 2017, Indonesia meraih dua emas. Emas diraih oleh Wewey Wita di nomor tanding putri nomor 50-55 kilogram dan dari tim putra di nomor seni beregu putra.

11. Panjat Tebing 

Panjat Tebing juga merupakan cabang baru di Asian Games 2018. Indonesia memang cukup terkenal memiliki atlet panjat tebing profesional. Apalagi berkaca pada hasil di Kejuaraan Dunia tahun lalu yang diikuti, peluang Indonesia dinilai cukup terbuka. Pada 2017, Indonesia ikut di tiga kejuaraan dunia, dari tujuh kejuaraan dunia yang ada. Hasilnya pun tak mengecewakan. Tampil tak diunggulkan, Indonesia berhasil merebut perak di dua turnamen, yakni di Wujian dan Xiamen, Cina.

Medali diraih dari nomor speed lewat atlet perorangan putra, Aspar Jaelolo. Aspar hanya kalah dari wakil Rusia dengan perbedaan waktu 1/100 detik.

Sedangkan di nomor putri, atlet Aries Susanti Rahayu juga membuat catatan mengesankan selama masa latihan di pelatnas. Ia mampu mencatatkan kecepatan 6,96 detik. Catatan ini ada di atas rekor dunia speed climbing putri dunia, yakni 7,38 detik, yang dipegang atlet Rusia.

12. Taekwondo

Satu medali emas dirargetkan diraih taekwondoin kita pada ajang Asian Games 2018 Agustus mendatang. Indonesia mengandalkan nomor Poomsae untuk mendulang emas. Pada turnamen pemanasan (test event) menuju Asian Games 2018, nomor ini mampu tampil apik dan konsisten menyumbang emas.

Bukan saja Poomsae tapi Indonesia juga masih memiliki beberapa nama potensial lain. Di nomor kyorugi, ada nama Mariska Halinda di putri dan Ibrahim Zarman di nomor putra. Keduanya meraih emas di nomor perorangan pada SEA Games 2017.

13. Angkat Besi

Sejak dulu angkat besi menjadi unggulan Indonesia. Sejumlah atlet berpengalaman dan berbakat kita miliki sebut saja, Eko Yuli Irawan yang merupakan peraih medali perak di Olimpiade Rio 2016 lalu.

Selain Eko adapula nama-nama seperti Deni dan Triyatno di nomor 69 kilogram. Ada pula nama Sri Wahyuni di nomor 46 kilogram Putri. Melihat kualitas atlet kita, maka kans merebut dua medali emas bisa terpenuhi.

14. Wushu

Harapan terbesar meraih medali emas bakal tercapai. Mengingat kita punya juaara dunia di cabang Wushu, yakni, Lindswell Kwok. Indonesia pun hanya menargetkan meraih satu emas di cabang ini.

Lindswell merupakan peraih emas di tiga kejuaraan dunia wushu. Ia juga merupakan periah medali perak di Asian Games Incheon 2014. Saat itu ia kalah dari wakil Cina, Yu Mengmeng.

Lindswell termotivasi meraih emas di Asian Games 2018. Pasalnya, turnamen empat tahunan itu ia rencanakan menjadi turnamen terakhir yang akan ia ikuti.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *