Bunuh Seorang Tahanan, Dua Polisi India Dijatuhi Hukuman Mati

Esensinews.com – Dua orang polisi India dijatuhi hukuman mati setelah terbukti membunuh seorang pria yang sedang ditahan.

Keputusan ini disambut baik Prabhavathi Amma, ibu korban, yang sudah 13 tahun memperjuangkan kasus yang terjadi di negara bagian Kerala itu.

“Tuhan sudah mendengar doa seorang ibu,” ujar Prabhavathi, Kamis (26/7/2018).

Ini adalah hkuman mati pertama yang dijatuhkan pengadilan Kerala terhadap pelaku pembunuhan seorang tahanan.

Sang korban, Udaykumar (26) adalah seorang buruh harian. Dia ditangkap polisi pada 27 September 2005 karena diduga mencuri setelah polisi menemukan uang sebesar 4.000 rupee atau sekitar Rp 842.000 padanya.

Udaykumar ditangkap polisi di sebuah taman dimkota Trivandrum, negara bagian Kerala.

Polisi kemudian melepaskan Udaykumar setelah merampas uang itu. Namun, pria tersebut enggan pergi karena dia sudah berjanji kepada ibunya untuk membelikan hadiah menyambut sebuah acara keagamaan tahunan.

Malam harinya, jenazah Udaykumar sudah berada di rumah sakit setempat. Para dokter yang melakukan otopsi menemukan luka dalam yang diakibatkan penyiksaan.

“Mereka membunuh putra saya 13 tahun lalu. Kini mereka akan menghabiskan hidup di penjara. Tak ada pengadilan yang akan memaafkan mereka,” kata Prabhavati.

Prabhavathi mengenang, dia menanti kepulangan putranya sepanjang malam sebelum mengetahui kabar buruk yang menimpa Udaykumar.

“Penantian saya atas keadilan sudah berakhir dan saya berharap korban-korban lain juga segera mendapatkan keadilan,” tambah perempuan tua itu.

Dalam sidang pembacaan vonis yang digelar pada Rabu (25/7/2018), hakim menolak permohonan keringanan hukuman yang diajukan kedua polisi itu.

Hakim mengatakan, kasus ini merupakan sebuah peristiwa kejahatan yang amat langka sehingga layak diganjar hukuman mati.

Penegak hukum seharusnya menjadi pelindung kehidupan dan harta benda rakyat bukan menjadi penyebab kematian,” ujar hakim dalam amar putusannya.

“Mereka telah membunuh orang tak bersalah di tahanan. Perilaku mereka telah menggerus kepercayaan publik terhadap penegak hukum,” lanjut hakim.

Hakim menambahkan, hukuman berat terhadap kedua polisi itu akan menjadi efek jera agar peristiwa serupa tak terulang di masa depan.

 

Sumber : BBC

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tutup Rakernas SMSI III 2018, OSO: Organisasi Ini Hebat, dan Bakal Besar

Kam Jul 26 , 2018
Esensinews.com – Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO), malam ini Kamis (26/4/2018) secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ke III tahun 2018 di Hotel San Pacifik Jakarta. Dalam sambutannya, OSO sempat melontarkan pujian terhadap organisasi media online terbesar di Indonesia itu. “Demi SMSI […]