Namanya Kerap Masuk Bursa Cawapres, Moeldoko tak Ambil Pusing

Esensinews.com – Kepala Kantor Sekretariat Presiden (KSP) Moeldoko tak ambil pusing dalam bursa pendamping Presiden di Pilpres 2019. Kendati namanya selalu masuk dalam survei beberapa lembaga tanah air.

Tanggapan langsung dari Moeldoko sendiri diambil dari akun twitternya @Dr_Moeldoko yang diunggah Sabtu pagi (21/7/2018), Kepala Staf Kepresidenan mengaku tidak ambil pusing dengan orang yang berspekulasi.

Moeldoko mengungkapkan bahwa beberapa saat lalu namanya masuk dalam sigi Lingkaran Survei Indonesia bersama 4 tokoh lain. Yaitu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Polisi Jendral (Polisi) Tito Karnavian.

Ketika nama saya disebut-sebut akan menjadi pendamping Presiden Jokowi di Pilpres 2019, saya tidak mau ambil pusing dengan urusan Cawapres. Bagi saya, prioritas utama saat ini adalah berperan sebagai komunikator politik pemerintah.

Mantan Panglima TNI in menjelaskan bahwa dirinya adalah orang yang setia pada tugas. Sangat fokus pada tugas, tidak mau terganggu kanan kiri. Moeldoko tidak memikirkan spekulasi yang berkembang saat ini, karena itu urusan orang lain.

“Saya pun tidak memahami pertimbangan Bapak Presiden Jokowi menunjuk saya sebagai Kepala Staf Kepresidenan Buat saya yang penting, setelah ditunjuk itu, apa yang bisa saya lakukan. Itu pertimbangan saya. Bagaimana KSP ini bisa memberikan, optimal dukungan,”  ucapnya.

Sejatinya bagi Moeldoko, tugas KSP adalah memberi dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam hal mengelola isu-isu strategis, membangun komunikasi politik, memonitor atau evaluasi proyek-proyek strategis nasional. Tugas itulah yang harus dilakukan dirinya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Sebagai prajurit kata Moeldoko, dirinya selayaknya harus membela dan melindungi pimpinannya, apapun resikonya.

“Banyak orang mengatakan saya menjadi bemper Bapak Presiden, ya kita memang harus siap menjadi bemper. Itu sikap prajurit sejati, setia. Mengedepankan loyalitas. Kalau pimpinan saya diganggu, kita siap hadapi apapun,”  kata Alumnus AKABRI 1981 ini.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *