Rabu/21/10/2020

ESENSINEWS.com

Terluas Dalam Sajian Berita

Kini Giliran Kepala Lapas Sukamiskin Kena OTT KPK

3 min read

Esensinews.com – Kali ini giliran Kepala Lembaga Pemasyarakatan  (Ka.LP) Sukamiskin Bandung, Wahid Husen yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirumahnya, Sabtu (21/7/2018) sekira Pukul 24.00 WIB dinihari.

Diketahui, baru empat bulan Wahid baru menjabat sebagai Ka. LP Sukamiskin. LP Sukamiskin merupakan LP khusus narapidana Tindak Pindak Korupsi (Tipikor) yang didalamnya ada sejumlah nama besar yang telah diputuskan terbukti melakukan Tipikor, diantaranya adalah terpidana kasus penyuapan pajak oleh pegawai pajak Gayus Tambunan. Terpidana kasus daging sapi impor mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin dalam kasus Hambalang. Terpidana kasus suap mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, mantan Ketua DPR sekaligus eks Ketua Umum Golkar Setya Novanto, bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Selain itu ada juga nama mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin, suami Walikota Tangerang Selatan Airin sekaligus adik kandung mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) dan bekas Menteri Agama sekaligus mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Djoko Susilo, Politikus Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohammad Sanusi, bekas Bupati Bogor Rachmat Yasin dan mantan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar seperti dikutip cnnindonesia.com.

Menurut keterangan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif pada hari Sabtu (21/7/2018), dalam OTT tersebut, tim di lapangan mengamankan uang tunai rupiah dan valas yang sedang dihitung, serta kendaraan juga diamankan sebagai barang bukti awal.

Lebih lanjut Laode menjelaskan, total ada enam orang yang diamankan dalam OTT KPK, termasuk Kalapas Sukamiskin. Dan saat ini, keenam orang tersebut sudah dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan.

“Sesuai ketentuan di KUHAP, KPK memiliki waktu paling lama 24 jam sebelum penentuan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut,” terang dia.

Selain mengamankan Wahid, KPK juga menangkap supir Wahid, Hendri. Mereka kemudian dibawa ke Lapas Sukamiskin yang berlokasi di Jalan AH. Nasution Kota Bandung untuk menyaksikan KPK melakukan penyegelan dan penggeledahan.

Sedangkan Tim Satgas KPK didampingi aparat Kepolisian Polrestabes Bandung berangkat ke Lapas Sukamiskin dengan tujuan melakukan penggeledahan dan penyegelan.

Tipikor yang sedang mendekam di LP tersebut. Setelah itu, penggeledahan kedua di sel tahanan napi tipikor berlangsung selama 30 menit. Keduanya langsung ditangkap KPK.

Selanjutnya Tim Satgas KPK melanjutkan pengeledahan ruang tahanan Fuad Amin dan TB Haeri Wardhana narapidana tipikor pencucian uang. Namun keduanya tidak ada di dalam selnya, mereka sedang berada di luar LP, sehingga KPK hanya melakukan penyegelan. Setelah itu, KPK melakukan penggeledahan di ruangan kantor Bagian Perawatan dan ruang kerja Ka. LP, dan juga melakukan penyegelan terhadap dua ruangan tersebut. Sehingga proses penggeledahan dan penyegelan itu berlangsung hingga pukul 01.30 WIB. Kemudian KPK membawa Wahid, Hendri, Fahmi, dan Andri ke Jakarta.

Penangkapan Ka. LP Sukamiskin, Wahid Husein, diduga terkait jual beli izin keluar LP yang diperkuat dengan tidak adanya dua tahanan kasus Tipikor Fuad Amin dan TB Haeri Wardhana saat penggeledahan dengan alasan sakit.

Hal ini tentunya mengecewakan banyak pihak, padahal saat dilantik, Julia Alazka, Wahid Husein pernah berjanji akan memperketat izin berobat para tahanan ke rumah sakit di luar LP.

 

Penulis : KP

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Krusial