Laoly, Puan Didaftarkan Bacaleg PDI-P di KPU

Esensinews.com – DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendaftarkan bakal calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Total bakal caleg DPR yang direkomendasikan PDIP berjumlah 575 dari 80 daerah pemilihan (dapil).

Ketua DPP PDIP Abdreas Hugo Pereira mengatakan, dari seluruh bakal caleg yang terdaftar sebanyak 109 merupakan calon petahana. Sementara itu, dua menteriĀ  Kabinet Kerja juga ikut mendaftar sebagai bakal caleg PDIP.

Menteri yang mendaftar caleg, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunana Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.

Dari eksekutif itu ada Puan, ada Pak Laoly yang jadi caleg. Ya diminta oleh parpol untuk mohon izin sama Presiden untuk jadi caleg,” ungkap Andreas di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung tidak mencalonkan diri. Tjahjo dan Pramono merupakan anggota Kabinet Kerja yang berasal dari PDIP.

Selain dari internal kader partai, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu juga menjaring tokoh dari luar sebagai bakal caleg PDIP seperti mantan juru bicara KPK yang saat ini menjabat sebagai juru bicara Presiden, Johan Budi SP. Johan dikabarkan maju dari daerah pemilihan Jawa Timur.

Andreas mengaku Johan sudah lama ingin menjadi caleg dari PDIP. “Iya Johan budi iya. Dia mau jadi politisi kan,” ujarnya.

Selain Johan, tokoh lain di luar internal partai adalah mantan pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi. “Iya dia juga, ada juga, betul dia,” kata anggota DPR ini.

 

Sumber : Sindonews.com

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Astaga! Ternyata Presiden Jokowi 21 Kali Tolak Pemberian Gelar Doktor (HC)

Sel Jul 17 , 2018
Esensinews.com – Hal yang jarang terjadi manakala seseorang menolak pemberian penghargaan doktor Honoris Causa (HC). Ini terjadi pada orang nomor satu Indonesia Joko Widodo. Barangkali kejadian langkah ini mungkin sangat jarang diketahui masyarakat luas. Fakta di lapangan Presiden Jokowi sudah 21 kali menolak pemberian gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai […]