TGB Akui Dukungan Dirinya terhadap Jokowi Sejak Dua Tahun Lalu

Esensinews.com, Jakarta, Ternyata selama ini publik tak mengetahui sejak dua tahun lalu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sudah mendukungan secara pribadi kepada Presiden Joko Widodo.

Akan tetapi baru diungkapkan TGB teehadap dukungannya tersebut kepada publik menjelang Pilpres 2019.

“Terus terang pada beliau (Jokowi) sudah lama, hampir dua tahun lalu. Sebagai bagian apresiasi saya,” jelas Gubernur NTB ini saat berkunjungan ke Redaksi Kompas dan Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018) sore.

TGB menyebut setidaknya Jokowi sudah delapan kali mengunjungi NTB selama menjabat Presiden.

Dirinya tak menampik setiap bertemu Jokowi dalam kunjungan tersebut, berusaha berbicara mengenai banyak hal, terutama menyelami kebijakan Jokowi hingga bagaimana arah Indonesia kedepan versi Kepala Negara.

Apa tanggapan Jokowi ketika mendengar langsung dukungan tersebut? Menurut TGB, saat itu Jokowi tidak banyak bicara.

“Hanya sampaikan terima kasih, mohon doa,” ucap salah satu bakal calon presiden tersebut

Diakuinya, bahwa dukungannya tersebut rasional jika melihat kerja pemerintah pusat terhadap seluruh wilayah Indonesia, terutama kawasan Indonesia timur.

“Pembangunan yang dilakukan selama ini menghabiskan anggaran yang sangat besar,” tutur dia.

Namun, besarnya kucuran anggaran untuk infrastruktur di daerah itu belum tentu setara dengan sumbangan bagi perekonomian nasional.

Meski demikian, Jokowi tetap konsisten memeratakan pembangunan. Hal itu, kata dia, membuat rakyat merasa mendapat perlakuan yang sama.

Khusus di NTB, TGB mengapresiasi penyelesaian masalah Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok. Setelah 30 tahun mangkrak, kata dia, proyek tersebut akhirnya bisa diselesaikan oleh Jokowi.

“Pencermatan selama empat tahun buat saya yakin beliau punya visi misi yang tidak mungkin dituntaskan satu periode,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

“Saya analogikan dengan saya sendiri. Di NTB yang wilayahnya tidak terlalu luas, masyarakat hanya 5,1 juta butuh dua periode,” terangnya.

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kejati Koordinasi ke BPKP Terkait Pembangunan Sayoang Yaba

Kam Jul 12 , 2018
Esensinews.com – Penanganan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jalan Sayoang Yaba di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kejati Maluku Utara (Malut) akan berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negara tersebut. Hal ini diakui Kepala Kejati Malut, Ida Bagus Nyoman Wismantanu. Menurut dia kasus jembatan sayoang Yaba […]