Nobar Sekaligus Konsolidasi Puluhan Kelompok Relawan Jokowi di Sarinah

Ada hal yang menarik pada laga Semi final piala duni 2018 di Rusia mempertemukan timnas Perancis dan Belgia.

Yakni seluruh relawan Jokowi berkumpul bersama nonton bareng (nobar) big match tersebut di Sarinah tadi malam hingga dini hari Rabu (11/7/2018).

Acara Nonton bareng itu diawali dengan konsolidasi seluruh kelompok relawan Jokowi. Dalam acara itu hadir Budi Arie Setiadi (Ketua Umum PROJO) , Muhamad Yamin (Ketua Seknas Jokowi) , Sihol Manulang (Ketua Bara JP) , Kris Budiharjo (Ketua RKIH) ,Andi Gani Nua Wea ( Ketua Buruh Sahabat Jokowi), Hendrik Sirait ( Almisbhat ), Wignyo (JNIB ), Joanes Joko (Ketua Duta Jokowi), Iwan Dwi Laksono (Ketua JAMAN), Panel Barus (Ketua PIR ), Amarsyah (KPIT ), James Talakua, (Maluku For Jokowi), Noel (Joman ) dan hampir 70 organisasi relawan Jokowi.

”Kami nobar sekaligus konsolidasi untuk menyatukan langkah menuju Pilpres 2019. Relawan Jokowi merumuskan langkah- langkah menjelang PILPRES 2019,” ujar Victor Sirait dari Bara JP.

Menjelang pendaftaran Pilpres 2019 seluruh relawan Jokowi melakukan pertemuan- pertemuan secara intensif dan akan melaksanakan acara besar atau semacam rapat umum. ”Kita akan kerjakan dalam waktu dekat,” tutur Victor.

Muhamad Yamin, Ketua Seknas menyatakan karena Pilpres dan Pileg 2019 dilakukan serentak maka harus dilakukan konsolidasi menyeluruh seluruh relawan Jokowi,” Hanya dengan kekuatan yang bersatu, kita akan kembali memenangkan Pilpres 2019, ” ujar Yamin

Sementara itu Budi Arie Setiadi, Ketua Umum PROJO mendukung penuh konsolidasi seluruh relawan militan pendukung Jokowi. ” Sudah waktunya semua potensi bersatu dan bergerak. Perubahan yang sudah di lakukan Jokowi harus kita pastikan terus berlanjut hingga 2024 , ” ujar Budi.

0Shares

goeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Moeldoko : Kompleksitas Mengelolah Bangsa, Tergambar dari Beragamnya Negeri ini

Rab Jul 11 , 2018
Pembangunan infrastruktur yang dijalankan oleh Presiden Jokowi tidak semata-mata bersifat fisik. Pembangunan itu memiliki konteks membangun konektivitas dan membangun peradaban. Bukan semata fisik melainkan juga menyentuh suasana batin masyarakat. Bukan bersifat terpotong-potong, melainkan berkesinambungan. Negara benar-benar hadir sampai di pedalaman dan daerah terpencil. Masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini terabaikan […]