Racuni 21 Orang, Polisi Tangkap Pria Jerman

ESENSINEWS.com - Kamis/28/06/2018
Racuni 21 Orang, Polisi Tangkap Pria Jerman
ist - ()

Esensinews.comĀ – Polisi Jerman kembali membuka penyelidikan terhadap kasus kematian 21 orang di sebuah perusahaan, setelah seorang pria terekam kamera sedang memberikan racun pada makan siang seseorang.

DiinsirĀ The Telegraph, Rabu (27/6/2018), polisi telah menahan seorang karyawan berusia 56 tahun yang diduga mencoba membunuh rekannya di perusahaan yang terletak di kota Schloss Holte-Stukenbrock.

Polisi menemukan merkuri, timbal dan kadmium di rumah pria itu. Pihak berwenang mencurigai pria tersebut bertanggung jawab atas kematian 21 orang dari perusahaan yang sama.

Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu ditangkap pada Mei lalu, setelah seorang karyawan lain melihat ada bubuk putih pada makanannya.

Karyawan yang mungkin menjadi korban selanjutnya tersebut kemudian melapor pada atasannya. Dia meminta agar pihak keamanan melihat rekaman CCTV.

Dalam rekaman kamera pengawas terlihat pelaku menaburkan sesuatu di makan siang karyawan tersebut.

“Pada awalnya kami pikir itu merupakan lelucon yang keliru di antara rekan kerja, dan bukan upaya pembunuhan,” kata Tilo Blechinger, manajer untuk produsen peralatan logam ARI Armaturen.

 

Berbagai sumber

Tinggalkan Komentar

Kolom

Mungkin Anda melewatkan ini

Kapolda Sumut : Pelaku Teror Bangun Jaringan Lewat Medsos

Kapolda Sumut : Pelaku Teror Bangun Jaringan Lewat Medsos

Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi, 17 Tersangka Diamankan

Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi, 17 Tersangka Diamankan

Inilah Manusia Raksasa dari Papua

Inilah Manusia Raksasa dari Papua

Pemilik Kendaraan di DKI Per 1 Oktober, Harus Cantumkan Nomor HP dan Email di BPKB

Pemilik Kendaraan di DKI Per 1 Oktober, Harus Cantumkan Nomor HP dan Email di BPKB

Sebut Total Korupsi Mensos Juliari Capai Rp3,59 Triliun, FITRA: Ini Gila!

Sebut Total Korupsi Mensos Juliari Capai Rp3,59 Triliun, FITRA: Ini Gila!

Tag

Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya